Skip to Content

Category Archives: News

Tips Mengirim Barang Menggunakan Truk: Panduan Aman dan Efisien

HIJRAH | Mengirim barang menggunakan truk adalah pilihan ideal untuk pengiriman barang besar, berat, atau banyak dalam jumlah kargo yang tidak bisa dikirim melalui jasa pengiriman konvensional. Dari data Forwarder AI menyebutkan bahwa transportasi darat masih mendominasi pengiriman domestik dan nilai pasar road freight diperkirakan mencapai USD 53,88 miliar pada 2025 dengan pertumbuhan 6,04 persen per tahun.

Pasar freight dan logistik Indonesia diproyeksikan mencapai USD 131,24 miliar pada tahun 2025 dan tumbuh menjadi USD 178,07 miliar di 2030, dengan laju pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 6,29 persen.

Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) memprediksi pertumbuhan sektor logistik nasional berada di kisaran 7% sampai 8% pada 2024. Ini menunjukkan industri trucking dan pengiriman barang menggunakan truk sangat berkembang dengan banyak pilihan jasa pengiriman berkualitas

Saat ini, sektor grosir dan retail menyumbang sekitar 35 persen dari total permintaan logistik nasional, sementara sektor manufaktur menyumbang sekitar 72 persen dari total ekspor Indonesia pada tahun 2023 dengan nilai mencapai USD 186,98 miliar.

8 Tips Mengirim Barang Menggunakan Truk Agar Aman Sampai Tujuan

  1. Gunakan Kemasan yang Kuat dan Sesuai dengan Jenis Barang

Gunakan kemasan yang kuat dan sesuai untuk melindungi barang selama pengiriman. Pastikan kotak atau boks yang digunakan terbuat dari material yang kokoh dan mampu menahan beban barang yang dikirim.

Untuk barang berat dan besar, gunakan palet plastik yang lebih ringan dari palet kayu. Palet plastik juga lebih tahan terhadap kelembaban dan tidak mudah rusak dibandingkan palet kayu.

  1. Sesuaikan Jenis Truk dengan Barang yang Akan Dikirim

Sesuaikan jenis truck dengan barang yang akan dikirim. Misalnya, gunakan dump truck untuk bahan bangunan seperti pasir, semen, atau batu. Gunakan truk pendingin (cold truck) untuk makanan beku atau barang yang memerlukan suhu tertentu.

Beberapa Jenis Truk Yang Umum Digunakan:–

  • Truk Box: Untuk barang umum, furnitur, elektronik
  • Dump Truck: Untuk bahan bangunan (pasir, semen, batu)
  • Cold Truck/Refrigerated Truck: Untuk makanan beku, obat-obatan
  • Truk Flatbed: Untuk mesin besar, konstruksi, pipa
  • Truk Container: Untuk barang kargo besar antarkota

Memilih jenis truk yang tepat akan memastikan barang Anda aman dan pengiriman lebih efisien.

  1. Pastikan Barang Tersusun dengan Rapi di dalam Truk

Pastikan barang tersusun dengan rapi dan rapat ke dinding truk untuk menghindari ruang kosong yang menyebabkan pergeseran selama perjalanan. Gunakan teknik cube stacking atau penumpukan kubus dapat menyelaraskan posisi produk dengan aman.

Teknik Penumpukan Yang Benar:

  • Pola interlocking: Teknik penumpukan yang saling mengunci sehingga kondisi muatan barang tetap aman selama perjalanan
  • Center of gravity: Letakkan barang berat dan berdimensi besar di bagian bawah, tumpuk barang ringan di atasnya
  • Pastikan barang bagian bawah kuat dan tidak mudah pecah
  • Barang harus rapat dan tidak ada ruang kosong yang bisa menyebabkan pergeseran
  1. Berikan Label atau Penanda pada Barang

Berikan label atau penanda pada barang yang mudah rusak, berat, atau memerlukan penanganan khusus. Stiker “Fragile”, “Heavy”, atau “Do Not Stack” akan membantu driver dan petugas penanganan barang untuk lebih hati-hati.

Label yang penting untuk diberikan:

  • Fragile: Untuk barang mudah pecah
  • Heavy: Untuk barang berat
  • Do Not Stack: Untuk barang yang tidak boleh ditumpuk
  • Keep Dry: Untuk barang yang harus tetap kering
  • This Side Up: Untuk barang yang harus dalam posisi tertentu
  1. Gunakan Alat Pengorganisasi Muatan untuk Keamanan

Gunakan palet, straps, alat jungkit (forklift), atau netting untuk mengorganisasi muatan dan mencegah kerusakan. Alat-alat ini membantu menjaga posisi barang tetap stabil selama perjalanan.

Alat pengorganisasi yang penting:

  • Straps/Tali Pengikat: Untuk mengikat barang agar tidak bergeser
  • Netting/Jaring Pengaman: Untuk menutupi dan menahan muatan
  • Palet: Untuk menyusun barang dengan rapi
  • Forklift/Alat Jungkit: Untuk menaikkan dan menurunkan barang berat
  1. Hindari Over Capacity yang Berbahaya

Hindari over capacity yang berbahaya. Pastikan konsumen dan driver mengetahui kapasitas muatan truk dan tidak membawa muatan berlebih karena sangat berbahaya.

Over capacity dapat menyebabkan:

  • Truk tidak stabil dan mudah terguling
  • Kerusakan pada jalan dan kendaraan
  • Pelanggaran hukum dan sanksi denda
  • Risiko kecelakaan yang tinggi
  • Barang bisa rusak karena truk tidak seimbang
  1. Timbang dan Ukur Barang Sebelum Kirim

Timbang dan ukur barang sebelum mengirim untuk memastikan sesuai dengan kapasitas truk yang dipilih. Ini juga membantu menghitung biaya pengiriman yang akurat dan menghindari over capacity.

Langkah pengukuran yang benar:

  • Timbang berat total barang
  • Ukur dimensi panjang, lebar, dan tinggi
  • Hitung volume total (panjang × lebar × tinggi)
  • Pastikan tidak melebihi kapasitas truk yang dipilih
  • Sesuaikan dengan biaya pengiriman per kg atau per m³
  1. 8. Tambahkan Asuransi untuk Perlindungan Ekstra

Untuk pengiriman barang bernilai tinggi atau rentan rusak, tambahkan asuransi pengiriman sebagai perlindungan ekstra. Asuransi akan memberikan jaminan ganti rugi jika barang rusak, hilang, atau tertunda selama pengiriman.

Keuntungan Asuransi Pengiriman:

  • Jaminan ganti rugi jika barang rusak atau hilang
  • Perlindungan dari risiko kecelakaan
  • Biaya asuransi relatif murah dibandingkan nilai barang
  • Memberikan ketenangan selama pengiriman
  • Klaim bisa diajukan jika terjadi masalah

Kelebihan Mengirim Barang Menggunakan Truk

  1. Bisa Mengirim Barang Besar dan Berat

Salah satu kelebihan menggunakan truk untuk jasa pengiriman barang adalah banyaknya jenis yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan. Truk bisa mengangkut barang besar dan berat yang tidak bisa dikirim melalui jasa pengiriman konvensional seperti kargo, furnitur besar, mesin industri, atau bahan bangunan.

  1. Lebih Efisien untuk Muatan Banyak

Mengirim barang menggunakan truk lebih efisien untuk muatan banyak karena Anda bisa mengirim sekaligus dalam satu truk tanpa perlu membagi ke beberapa paket kecil. Ini mengurangi biaya pengiriman per unit barang dan lebih cepat karena tidak perlu proses packing individu.

  1. Bisa Pilih Jenis Truk Sesuai Kebutuhan

Anda bisa memilih jenis truk sesuai dengan jenis barang yang dikirim. Dari truk box untuk barang umum, dump truck untuk bahan bangunan, hingga cold truck untuk makanan beku. Pilihan yang fleksibel memastikan barang Anda dikirim dengan cara yang paling sesuai.

Tips Tambahan untuk Pengiriman Barang Menggunakan Truk

  1. Pilih Jasa Trucking yang Terpercaya

Pilihlah jasa trucking yang memiliki reputasi baik, driver berpengalaman, dan armada yang layak. Pastikan perusahaan memiliki izin resmi dan asuransi untuk melindungi barang Anda selama pengiriman.

  1. Dokumentasikan Barang Sebelum Kirim

 Foto barang sebelum dikemas dan setelah dipasang di truk sebagai bukti kondisi awal. Ini penting jika terjadi kerusakan dan Anda perlu mengajukan klaim asuransi.

3. Berikan Informasi Lengkap

Sampaikan informasi lengkap tentang barang yang dikirim, termasuk jenis barang, berat, dimensi, jumlah, dan tingkat kerapuhan. Ini membantu perusahaan trucking menyiapkan truk yang tepat dan menanganinya dengan cara yang benar.

  1. Pantau Perjalanan Barang

 Gunakan layanan tracking yang disediakan oleh perusahaan trucking untuk memantau perjalanan barang. Ini memastikan Anda tahu posisi barang dan perkiraan waktu tiba.

Truk Solusi Ideal untuk Pengiriman Barang Besar

Tips mengirim barang menggunakan truk yang aman dimulai dari packing kuat, memilih jenis truk sesuai muatan, menyusun barang rapi dengan teknik interlocking dan center of gravity, memberi label frag ile, menggunakan straps/netting, menghindari over capacity, dan menambah asuransi.

Barang besar, berat, atau banyak tidak bisa dikirim melalui jasa konvensional, jadi truk adalah solusi ideal dengan efisiensi dan keamanan maksimal.

Ikuti 8 tips di atas dan barang Anda akan dikirim dengan aman menggunakan truk. Jangan lupa dokumentasikan barang sebelum kirim, pilih jasa trucking terpercaya, dan tambahkan asuransi untuk perlindungan ekstra. Dengan persiapan yang benar, pengiriman barang menggunakan truk bisa dilakukan dengan mudah, efisien, dan tanpa cemas.

Q&A: 5 Pertanyaan Tentang Mengirim Barang Menggunakan Truk

  1. Apa kelebihan mengirim barang menggunakan truk dibandingkan jasa pengiriman lain?

Kelebihan mengirim barang menggunakan truk adalah bisa mengirim barang besar dan berat yang tidak bisa dikirim melalui jasa konvensional, lebih efisien untuk muatan banyak dalam satu truk, dan bisa pilih jenis truk sesuai kebutuhan (box, dump truck, cold truck, flatbed, container).

  1. Jenis truk apa yang cocok untuk pengiriman bahan bangunan?

Jenis truk yang cocok untuk pengiriman bahan bangunan seperti pasir, semen, atau batu adalah dump truck. Dump truck memiliki bak terbuka yang bisa dibuka di bagian bawah untuk memudahkan pembongkaran material bangunan.

  1. Bagaimana cara menyusun barang agar aman di dalam truk?

Cara menyusun barang yang aman di truk: gunakan teknik interlocking (saling mengunci), center of gravity (barang berat di bawah, ringan di atas), pastikan barang rapat ke dinding truk tanpa ruang kosong, dan gunakan straps/tali pengikat atau netting/jaring untuk mengikat muatan agar tidak bergeser.

  1. Apakah perlu asuransi untuk pengiriman barang menggunakan truk?

Sangat perlu untuk barang bernilai tinggi atau rentan rusak. Asuransi memberikan jaminan ganti rugi jika barang rusak, hilang, atau tertunda. Biaya asuransi relatif murah dibandingkan nilai barang dan memberikan perlindungan maksimal selama pengiriman.

  1. Bagaimana cara menghindari over capacity saat mengirim barang dengan truk?

 Cara menghindari over capacity: pastikan konsumen dan driver mengetahui kapasitas muatan truk, timbang dan ukur barang sebelum kirim, hitung volume total, jangan melebihi kapasitas truk yang dipilih, dan sesuaikan dengan biaya pengiriman per kg atau per m³. Over capacity sangat berbahaya karena bisa menyebabkan truk tidak stabil dan mudah terguling.

0 Continue Reading →

Tips Mengirim Barang Pecah Belah: Panduan Aman Tanpa Kerusakan

HIJRAH | Mengirim barang pecah belah seperti piring, gelas, vas bunga, atau peralatan kaca lainnya memerlukan persiapan ekstra karena barang pecah belah memiliki risiko tinggi rusak saat pengiriman. Oleh sebab itu barang mudah pecah atau retak jika tidak dikemas dan dikirim dengan benar.

Menurut Forwarder AI menjelaskan pasar freight dan logistik Indonesia diproyeksikan mencapai USD 131,24 miliar pada tahun 2025 dan tumbuh menjadi USD 178,07 miliar di 2030 , dengan laju pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 6,29 persen.

Dalam rilis yang diunggah oleh  GoodStats pada Januari 2025 lalu, pada tahun 2023 terdapat setidaknya 15.800 usaha pergudangan, ekspedisi, maupun kurir yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. Angka tersebut menunjukkan industri logistik Indonesia sangat berkembang dengan banyak pilihan jasa pengiriman yang bisa Anda gunakan untuk mengirim barang pecah belah ke seluruh Indonesia.

7 Tips Mengirim Barang Pecah Belah Agar Aman Sampai Tujuan

  1. Siapkan Peralatan Packing yang Lengkap

 Hal pertama yang perlu diperhatikan saat packing barang pecah belah atau fragile adalah menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Kamu bisa siapkan peralatan packing mulai dari box kardus yang memiliki material yang kuat, bubble wrap, potongan kertas/kardus/kain perca, lakban, hingga gunting.

Peralatan lengkap yang harus ada meliputi:

  • Kardus tebal khusus barang pecah belah (double wall atau triple wall)
  • Bubble wrap tebal minimal 2-3 lapis
  • Kertas pembungkus atau kain perca
  • Lakban kuat dan tebal
  • Gunting atau cutter
  • Stiker “Fragile” atau “Barang Pecah Belah”
  • Asuransi pengiriman (opsional tapi penting)
  1. Lapisin Barang dengan Bubble Wrap Secara Menyeluruh

 Sebelum dikirim, pastikan setiap barang pecah belah kamu dibungkus dengan bubble wrap secara menyeluruh. Lapisan pelindung ini membantu meredam benturan dan guncangan selama pengiriman. Jadi penting diingat.

Proses pelapisan yang benar:

  • Bungkus barang dengan satu selapis kertas terlebih dahulu dan rekatkan kertas agar tidak terurai
  • Beri perhatian khusus pada bagian yang corrosion atau menonjol
  • Kemudian, bungkus dengan satu atau dua lapis bubble wrap dan tutupi seluruh barang
  • Pastikan bubble wrap menutup semua sisi barang tanpa ada yang terbuka
  • Hindari menempelkan selotip terlalu banyak agar pelanggan tidak merusak item saat melepas selotip
  1. Pilih Ukuran Kardus yang Sesuai dan Kuat

Untuk barang yang berat dan rapuh, gunakan kotak yang lebih kecil. Kotak yang lebih kecil lebih mudah dipindahkan dan kecil kemungkinannya untuk rusak.

Jangan pernah menggunakan kemasan tipis. Gunakan kotak karton bergelombang baru karena bahannya paling kuat untuk barang-barang rapuh. Pastikan ada jarak dua hingga tiga inci dari setiap sisi produk untuk bantalan.

  1. Isi Area Kosong dengan Bantalan

 Jangan biarkan ada ruang kosong di dalam kemasan, karena ruang tersebut bisa membuat barang bergeser dan meningkatkan risiko kerusakan saat pengiriman. Isi bagian kosong menggunakan bubble wrap, potongan kardus, atau bahan pengganjal lainnya agar posisi barang tetap stabil selama perjalanan.

Setelah memasukkan barang ke dalam kotak:

  • Isi kotak dengan bahan bantalan setinggi dua inci di bagian bawah
  • Tempatkan item dan pusatkan di dalam kotak
  1. Gunakan Lakban Kuat untuk Menyegel Kardus

Pastikan untuk merekatkan lakbannya dengan kuat agar semakin terjaga keamanannya (Paxel, 2025). Gunakan perekat tambahan untuk mengamankan bagian bawah kotak. Kamu bisa menggunakan selotip untuk merekatkan kotak tersebut.

Menggunakan kemasan berat atau lakban untuk menyegel kotak sangat penting karena kotak yang disegel dengan baik adalah lapisan pelindung pertama dan terberat dari item tersebut.

  1. Tambahkan Stiker “Fragile” pada Kemasan

Jangan lupa tambahkan stiker “Fragile” pada kemasan barang pecah belah kamu. Stiker ini akan memberi tahu pihak jasa pengiriman bahwa barang ini mudah rusak dan perlu ditangani dengan lebih hati-hati.

Setiap kotak yang berisi benda-benda rapuh harus diidentifikasi dengan benar. Pastikan untuk menambahkan stiker “fragile” di sisi dan atas kardus.

Saat kirim paket fragile lewat jasa pengiriman, kamu harus infokan ke kurir dan laporkan di aplikasi untuk ditempel stiker Fragile dan dapat ditangani dengan tepat selama proses pengiriman.

  1. Tambahkan Asuransi Pengiriman untuk Perlindungan Ekstra

Untuk pengiriman barang bernilai tinggi atau mudah rusak, jangan lupa tambahkan asuransi pengiriman sebagai langkah perlindungan ekstra. Asuransi akan memberikan kompensasi jika barang pecah belah Anda rusak atau hilang selama pengiriman.

Asuransi pengiriman sangat penting untuk barang pecah belah karena:

  • Memberikan jaminan ganti rugi jika barang rusak
  • Biaya asuransi relatif murah dibandingkan nilai barang
  • Memberikan perlindungan maksimal selama pengiriman
  • Mengurangi risiko kerugian finansial

Tips Tambahan untuk Pengiriman Barang Pecah Belah

  1. Pilih Jasa Pengiriman yang Tepat

Pilihlah jasa pengiriman yang memiliki reputasi baik dalam menangani barang fragile. Beberapa jasa pengiriman khusus memiliki layanan premium untuk barang pecah belah dengan penanganan lebih hati-hati.

  1. Kirim Dalam Waktu Yang Tepat

Hindari mengirim barang pecah belah saat hujan atau kondisi cuaca buruk karena bisa meningkatkan risiko kerusakan. Pilih waktu pengiriman yang memungkinkan barang tiba dalam kondisi optimal.

  1. Berikan Informasi Lengkap

Sampaikan informasi lengkap tentang barang yang dikirim, termasuk jenis barang, berat, dimensi, dan tingkat kerapuhan. Ini membantu pihak jasa pengiriman menanganinya dengan cara yang tepat.

  1. Dokumentasikan Barang Sebelum Kirim

Foto barang pecah belah sebelum dikemas dan setelah dikemas sebagai bukti kondisi awal. Ini penting jika terjadi kerusakan dan Anda perlu mengajukan klaim asuransi.

0 Continue Reading →

Taukah Anda Apa Itu Fasilitas Logistik? Berikut Penjelasannya

HIJRAH LOGISTIC | Jakarta–Fasilitas logistik adalah aktivitas pergerakan material atau barang yang terjadi dalam proses pendistribusian barang atau paket. Termasuk arti dari “arrived at delivery facility” dan perkiraan waktu sebuah barang berada di fasilitas logistik.

Berikut adalah penjelasan selengkapnya tentang fasilitas logistic yang dilansir dari Detik.com.

Apa itu Fasilitas Logistik?

Menurut Law Insider, fasilitas logistik adalah fasilitas yang ditujukan untuk gudang penyimpanan dan transportasi barang, fasilitas distribusi, dan layanan logistik yang sifatnya tidak terbatas pada penangan material.

Fasilitas logistik juga mencakup produksi, pengemasan, inventaris barang, pengangkutan, penyimpanan, fasilitas penyimpanan barang yang rentan atau berbahaya, dan fasilitas ini sering digunakan untuk manufaktur, perkantoran, dan sebagainya.

Sedangkan menurut buku Manajemen Logistik dan Supply Chain terbitan Yayasan Kita Menulis, fasilitas logistik adalah kegiatan pergerakan barang atau material yang terjadi pada bagian workstation.

Workstation sendiri terdiri dari interworkstation dan intrafacility yang menjadi empat bagian, yaitu pusat distribusi, gudang, terminal, dan pabrik. Selain itu, fasilitas logistik juga disebut dengan istilah penanganan material.

Berdasarkan sejarahnya, dasar dari penangan material dan fasilitas logistik berpusat pada perakitan massal dan jalu produksi yang terjadi di era tahun 1950 dan 1960-an. Pada era tahun 1950-an hingga akhir tahun 1970, masih banyak perusahaan atau organisasi mempertahankan divisi penanganan material.

Namun, saat ini kegiatan penanganan material sudah tidak digunakan lagi oleh banyak pihak karena kegiatan tersebut dianggap kurang berdampak positif terhadap perusahaan atau organisasi. Distribusi fisik dibagi menjadi dua, yaitu pengadaan dan pemasaran. Sedangkan fasilitas pelanggan dikategorikan menjadi satu yang biasa disebut sebagai logistik bisnis.

Jenis-jenis dari Fasilitas Logistik

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa fasilitas logistik sering dimanfaatkan untuk pengiriman dan penyimpanan barang. Lantas, apa saja jenis-jenis dari fasilitas logistik? Jenis fasilitas logistik menurut Keyence ada tiga, yaitu: pusat transfer (transfer centers), pusat distribusi (distribution centers), dan pusat proses distribusi (process distribution centers). Berikut adalah penjelasannya.

Pusat Transfer (Transfer Centers)

Transfer centers atau pusat transfer memiliki peran utama dalam menyortir, memindahkan, dan mengirim barang. Pusat transfer pada umumnya tidak melakukan penyimpanan barang atau sejenisnya. Melainkan barang yang sudah diterima kemudian disortir dan dikirimkan ke alamat tujuan. Tugas yang dilakukan oleh kargo di pusat transfer jauh lebih sedikit dibandingkan pusat. distribusi dan pusat proses distribusi,Sehingga fungsi pusat transfer dapat dilakukan dengan peralatan dan perangkat yang relatif kecil.

Pusat Distribusi (Distribution Centers)

Pusat distribusi adalah tempat untuk menyimpan dan mengelola persedian barang di pusat logistik, melakukan penyortiran barang berdasarkan wilayah dan toko, serta mengirimkan barang tersebut pengguna akhir dan toko ritel. Pusat distribusi juga dilengkapi dengan fasilitas pusat logistik, seperti: mengirim, mengambil pesanan, dan melakukan proses distribusi seperti pengemasan barang.
Pusat Proses Distribusi (Process Distribution Centers)

Pusat proses distribusi adalah tempat yang fokus dengan proses distribusi yang meliputi pengemasan dan pemberian label. Selain itu, pusat proses distribusi juga memerlukan peralatan khusus untuk untuk merakit dan memasang barang, atau memproses ikan dan daging. Adanya pusat proses distribusi juga berkaitan dengan mempertahankan kualitas, seperti fasilitas anti debu, suhu yang terkontrol, dan adanya jalur produksi.

Berapa Lama Paket Berada di Fasilitas Logistik?

Menurut buku Kebangkitan Industri Logistik Pasca Pandemi COVID-19 terbitan Media Sains Indonesia, paket atau barang berada di fasilitas logistik pada umumnya menghabiskan waktu sekitar 1-2 hari. Ketika paket sudah tiba di penyimpanan kargo, paket memiliki waktu simpan (dwell time) maksimal 2 hari.

Masuk ke Fasilitas Logistik Artinya Apa?

Apa arti dari masuk ke fasilitas logistik? Menurut Tracking More, status “masuk ke fasilitas logistik” atau “arrived at delivery facility” artinya barang atau paket sudah tiba di fasilitas logistik. Dengan demikian, paket atau barang tidak di tangan penjual.

Demikian informasi tentang fasilitas logistik beserta dengan pengertian dan jenis-jenisnya. Semoga informasi ini bermanfaat dan menjawab pertanyaan Anda tentang berapa lama barang berada di fasilitas logistik serta arti dari “arrived at delivery facility”.[]

0 Continue Reading →

Berikut Format Penulisan Alamat Standar Ekspidisi yang Benar

HIJRAH LOGISTIC | Bekasi–Mengirim dokumen atau barang ke alamat tujuan dibutuhkan data alamat penerima secara lengkap, agar untuk memudahkan petugas kurir tiba tepat waktu.

Banyak kenyataan di lapangan, terdapat penulisan alamat paket kurang lengkap dan sulit dibaca oleh petugas, sehingga mempersulit kerja dari petugas pengirim paket tersebut. Bahkan tak jarang paket nyasar ke alamat yang tidak tepat.

Karena penulisan alamat paket itu sangat penting, kali ini Hijrah Logistics akan mencoba membahas mengenai format penulisan paket yang benar. Meski tidak ada aturan baku terkait penulisan alamat, namun ini bisa membantu Anda.

Format Penulisan Alamat Penerima Paket
Penulisan alamat penerima paket untuk dokumen atau barang yang akan dikirim, secara umum terdiri dari tiga hal berikut ini:

  1. Nama Lengkap Penerima
    Isi nama penerima selengkap mungkin sesuai dengan kartu identitas, Anda juga bisa menambahkan nama sapaan yang lebih banyak dikenal tetangga penerima.
    Contohnya:
    Katimen panggilan akrabnya Kang Min bisa ditulis “Katimen(Kang Min)”.
  2. Alamat Lengkap Penerima
    Tuliskan alamat penerima selengkap mungkin mulai dari nama jalan hingga provinsi, Anda juga bisa menambahkan alamat tersebut berupa tempat seperti rumah atau kantor.

    • Nama Jalan
    • Nama Tempat
    • No Rumah
    • Keterangan RT dan RW
    • Nama Dusun/Desa/Kelurahan
    • Nama Kecamatan
    • Nama Kota/Kabupaten
    • Nama Provinsi
    • Kode Pos
  3.  Nomor Kontak Penerima
    Masukkan nomor telepon yang bisa dihubungi yang tujuannya kurir dapat menghubungi penerima ketika akan mengirimkan paket. Jika perlu nomer WhatsApp supaya penerima bisa Share Location kepada kurir sehingga pengiriman akan lebih mudah dalam menemukan lokasi.

Format Penulisan Alamat Pengirim Paket
Secara garis besar format penulisan alamat untuk pengirim paket sama seperti format penulisan penerima paket. Alamat pengirim harus di sertakan juga ketika mengirimkan paket menggunakan kurir, hal ini berguna sekali jika kurir tidak bisa menemukan alamat penerima maka paket dapat dikembalikan ke alamat pengirim.
Berikut ini yang harus ada dalam penulisan alamat pengirim paket:

  1. Nama Lengkap/Nama Toko Pengirim
    Tulislah nama lengkap pengirim, atau nama toko jika paket berisi barang hasil belanja online.
  2. Alamat Lengkap Pengirim
    1. Nama Jalan
    2. Nama Tempat
    3. No Rumah
    4. Keterangan RT dan RW
    5. Nama Dusun/Desa/Kelurahan
    6. Nama Kecamatan
    7. Nama Kota/Kabupaten
    8. Nama Provinsi
    9. Kode Pos
  3.  Nomor Telepon/Hp Pengirim
    Biasanya kurir akan menghubungi pengirim untuk mengkonfirmasi bahwa alamat tidak ditemukan atau ada hal lain terkait dengan masalah pengiriman paket tersebut. Untuk menghindari kesalahan sertakan nomor kontak untuk konfirmasi.

Demikian format penulisan alamat pengiriman yang biasa disarankan oleh perusahaan ekspidisi untuk memudahkan pengiriman agar mudah sampai ke alamat tujuan. Semoga tips ini bermanfaat. Mau kirim barang dan dokumen? Hijrah Logistics siap menjadi mitra Anda. [adm]

0 Continue Reading →

Mengenal Estimasi Pengiriman dalam Dunia Ekspidisi

HIJRAH LOGISTIC | Apapun jenis pengiriman barang yang Anda lakukan, pasti akan menemukan istilah estimasi pengiriman. Estimasi yang dimaksud di sini adalah perkiraan waktu kapan barang ini bisa sampai ke tujuan dengan selamat. 

Estimasi pengiriman itu juga bisa tergantung pada pilihan Anda saat memilih jenis pengirimannya. Jika pilihan pada pengiriman sameday maka estimasi bisa lebih cepat dengan biaya tentunya lebih mahal di banding dengan yang regular.

Mengapa lebih mahal, karena barang Anda akan diprioritaskan khusus agar bisa dikirim secepat mungkin. Bahkan, dalam beberapa kasus, pengiriman ini bisa saja melibatkan kurir atau layanan khusus lainnya demi memastikannya cepat sampai tujuan dengan aman. Jadi, wajar kalau harganya jadi lebih mahal, tapi hasilnya lebih cepat.

Berikut adalah faktor yang mempengaruhi jenis pengiriman barang:

  1. Jenis Layanan yang Dipilih

Jenis layanan yang dipilih bisa mempengaruhi estimasi pengiriman barang dengan cargo logistik. Contohlah, jika Anda memilih layanan next day, maka estimasi pengirimannya adalah sampai esok hari dan paling lambat adalah 2-3 hari. BErbeda ketika memilih sameday yang mendapatkan prioritas dikirim pada hari yang sama. 

Meski begitu, bukan berarti barang-barang dengan jenis layanan lain bakal dikirim tanpa estimasi. Mereka juga bakal tetap dikirim meski tentu saja estimasi pengirimannya lebih lama. Contohlah, ada barang yang dikirim dengan jenis pengiriman reguler dengan estimasi pengiriman 7 sampai 14 hari. Memang, biaya pengirimannya lebih terjangkau. Tapi, barang-barang ini bakal sampai cukup lama, bahkan bisa jadi benar-benar baru terkirim di hari terakhir estimasi pengiriman

  1. Pilihan Lokasi Tujuan

Ada faktor lain yang mempengaruhi estimasi pengiriman barang yang dikirim oleh cargo logistik, yakni alamat barang diterima. Maklum, kondisi geografis Indonesia yang sangat luas, berpulau-pulau, hingga banyaknya tempat yang terpencil membuat estimasi pengiriman bisa jadi cukup lama.

Kalau di kota besar, Anda bisa dengan mudah memakai jenis layanan same day atau next day. Namun berbeda dengan tempat –tempat terpencil. Bisa jadi layanan yang disediakan adalah reguler saja karena tentu membutuhkan prosedur pengiriman yang jauh lebih rumit dan lama dari biasanya.

  1. Hijrah Logistics Siap Layani Estimasi Kebutuhan Anda

Hijrah Logistics sebagai perusahaan jasa layanan pengiriman cepat, siap menjadi mitra kerja Anda dalam pengiriman barang-barang yang dibutuhkan. Pastikan pilihan Anda kepada Hijrah Logistics agar barang kiriman Anda tiba di tempat tujuan sesuai dengan estimasi yang Anda butuhkan.

0 Continue Reading →

Mengintip Istilah-istilah dalam Industri Logistik dan Kargo

HIJRAH LOGISTIC | Jakarta–Seringkali kita mendengar istilah yang terasa awam dan asing di telinga ketika berada di area logistic atau kargo. Ada baiknya jika kita mengenal istilah-istilah nama yang sering digunakan sebagai Bahasa komunikasi di dunia logistic dan kargo.

Berikut adalah istilah-istilah yang bisa sobat Hijrah Logistics  mengerti, agar saat berada di area logistic dan kargo tidak asing lagi mendengarnya. Artikel ini dirangkum dari berbagai sumber.

  • Custom Clearance : adalah proses administrasi pengeluaran atau pengiriman barang dari wilayah muat ataupun bongkar yang berhubungan dengan Kepabeanan dan administrasi pemerintah.
  • Shipper : Shipper adalah Exportir atau si pengirim barang. Nama dan alamat lengkap Shipper harus tertulis jelas didalam dokumen2 seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang ketika Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan)
  • Consignee / Cnee: adalah Importir atau si Penerima barang. Nama dan alamat lengkap Consignee harus tertulis jelas didalam dokumen2 seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang ketika Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan.
  • Shipping Mark & Number : Shipping Marks & Number adalah jumlah carton dan tanda pengiriman yang tercantum di kemasan barang. Data Shipping Marks & Number ini tercantum didalam Packing List dan Bill Of Lading.
  • Description of Goods : Adalah perincian barang. Description of Goods ini terdapat didalam Packing List (Lengkap) dan Bill Of Lading. Hanya saja penulisan data Description of Goods pada Bill Of Lading lebih sederhana atau hanya garis besarnya saja. Misalnya, didalam Packing List tertulis 2 drum minyak tanah, 5 jerigen bensin, 10 kaleng oli bekas. Maka pada Bill Of Lading cukup ditulis 17 Packages (total kemasan) of minyak tanah, bensin and oli bekas.
  • G.W. : G.W. adalah singkatan dari Gross Weight. Yaitu berat kotor dari berat kemasan dan berat barang itu sendiri. Contoh berat barang itu 2 Kgs dan berat kemasannya 0.5 Kgs maka G.W. : 2.5 Kgs
  • N.W. : N.W. adalah singkatan dari Net Weight / berat bersih yaitu berat barang sebelum di kemas.
  • LCL : Less than Container Loaded yaitu jenis pengiriman barang tanpa menggunakan container dengan kata lain parsial. Jika kita menggunakan jenis pengiriman LCL, maka barang yang kita kirim itu ditujukan ke Gudang penumpukan dari shipping agent. Lalu dari pihak Gudang tersebut akan mengumpulkan barang2 kiriman LCL lain hingga memenuhi quota untuk di loading / di muat ke dalam container.
  • FCL : Full Container Loaded yaitu jenis pengiriman barang dengan menggunakan container. Walaupun quantity barang tersebut lebih pantas dengan mode LCL, tetapi jika shipper mengirimkan barangnya dengan menggunakan container maka jenis pengiriman ini disebut dengan FCL. Pengiriman barang dengan mode FCL maka kita harus mendatangkan container ke Gudang kita untuk process stuffing (proses pemuatan barang). Setelah stuffing selesai, container itu kita segel dan kita kirimkan ke Tempat Penumpukan Peti Kemas di pelabuhan.
  • CFS : Container Freight Station yaitu mode pengiriman dari Gudang LCL Negara asal sampai ke Gudang LCL Negara tujuan. CFS-CFS menandakan bahwa mode pengiriman barang tersebut dengan cara LCL.
  • CY : Container Yard yaitu mode pengiriman dari Tempat Penumpukan Peti Kemas Negara asal sampai ke Tempat Penumpukan Peti Kemas Negara tujuan. CY-CY menandakan mode pengiriman barang tersebut secara FCL.
  • Vessel : Kapal
  • Feeder Vessel : Kapal pengangkut container dengan kapasitas kecil yang mengangkut container dari pelabuhan muat menuju pelabuhan transit untuk di pindah ke Mother Vessel. Contoh : dari Tg. Priok menuju ke Singapore atau Hongkong….dsb
  • Mother Vessel : Kapal pengangkut dengan kapasitas besar yang mengangkut container dari pelabuhan transit menuju pelabuhan tujuan.Catatan : Jika pengiriman barang dari pelabuhan muat (misalnya : Tg. Priok, Jakarta ) menuju pelabuhan bongkar (misalnya : Busan, Korea) dengan menggunakan 1 Kapal saja maka tidak ada istilah Feeder Vessel dan Mother Vessel. Istilah Feeder Vessel dan Mother Vessel jika pengiriman barang dari pelabuhan muat ke pelabuhan bongkar tersebut menggalami pergantian kapal. Misalnya : Pelabuhan muat Tg. Priok dan Pelabuhan bongkarnya Los Angeles, California. Sementara route pengiriman itu melalui Jakarta – Singapore menggunakan Kapal YM Glory dan Singapore – Los Angeles, CA mengunakan Kapal Hanjin Sao Paulo. Maka Feeder Vessel nya adalah YM Glory dan Mother Vesselnya adalah Hanjin Sao Paulo.
  • Voyage : Nomor Keberangkatan Kapal yang biasa disingkat dengan V. atau Voy.. Nomor keberangkatan harus selalu ada dibelakang nama Kapal. Contoh : YM Glory V. 23 artinya Nama Kapal YM Glory dengan nomor keberangkatan kapal (Voyage) 23.
  • ETD : Estimation Time of Departure adalah perkiraan waktu keberangkatan Kapal.
  • ETA : Estimation Time of Arrival adalah perkiraan waktu kedatangan Kapal
  • Bill Of Lading : atau biasa di singkat dengan B/L, arti sederhananya adalah Konosemen atau bukti pengiriman barang dan pengambilan barang. Form Bill Of Lading itu sendiri harus sudah mendapatkan legalitas dari dunia International sebagai alat / bukti pengiriman dan pengambilan barang export / import. Didalam Bill of Lading memuat data2 Shipper, Consignee, Notify Party, Vessel & Voy. No., Shipping Marks & Numbers, Description of Goods, GW, NW, Measurement, POD, POL, Destination.
  • AWB / Air Way Bill : sama dengan B/L namun AWB digunakan untuk angkutan via udara.
  • P.O.L : Port Of Loading = Pelabuhan Muat
  • P.O.D : Port Of Discharge = Pelabuhan Bongkar
  • Packing List : Daftar Rincian barang secara mendetail yang berisikan nama Shipper, Consignee, Notify Party, Nama Vessel & Voy, Dimensi Barang, Gross Weight dan Net Weight per Item barang maupun total keseluruhan, Jumlah barang.
  • Commercial Invoice : Daftar rincian barang mendetail yang berisikan nama Shipper, Consignee, Notify Party, Nama Vessel & Voy, Nilai Invoice per Item barang maupun total keseluruhan, Jumlah barang.
  • C.O.O / Certificate of Origin : Sertifikat Barang Asal, sebagai bukti keaslian barang dari negara asal yang tertera pada B/L atau AWB
  • F.O.B : Free On Board. Metode Pembayaran di pelabuhan bongkar baik itu Harga Barang (Nilai Commercial Invoice), Asuransi (Insurrance) dan Biaya Pengiriman (Freight). FOB bisa disebut harga barang di Pelabuhan Asal (Exclude cost Freight & Insurance)
  • C.I.F : Cost Insurrance & Freight. Metode Pembayaran di Pelabuhan Muat. Artinya, sebelum melakukan pengiriman barang tersebut sudah di lunasi oleh Consignee. Dan biaya asuransi maupun ongkos kirim sudah di bayar oleh Shipper di Pelabuhan Muat.
  • CIF lebih singkat dapat disebut harga barang di Pelabuhan tujuan.
  • D.D.P : Delivery Duty Paid , Metode Pembayaran yang sudah include CIF + Duty (Bea Masuk di negara tujuan).DDP lebih singkat dapat disebut harga barang di gudang End User. ketiga metode pembayaran diatas umum digunakan dalam Export & Import dan lazim disebut dalam Incoterm.
  • C.&.F : Cost & Freight. Metode Pembayaran yg tidak jauh berbeda dengan C.I.F, tetapi dalam kasus C & F, pihak Shipper tidak membayar asuransi / tidak mengasuransi kan barang tersebut.
  • Freight Prepaid : Pembayaran biaya angkutan yang sudah dibayarkan terlebih dahulu sebelum barang diangkut.
  • Freight Collect : Pembayaran biaya angkutan yang di bayarkan oleh Cnee (Penerima Barang) atau setelah barang sudah diterima.
  • Shipping Schedule : Jadwal Pengapalan. Jadwal ini diterbitkan oleh pihak Shipping Agent. Berisi mengenai ETD Vessel, ETA Vessel di pelabuhan bongkar, mode pengiriman (Cepat atau Lambat), Rute Kapal dan Pelabuhan Transit dan Nama Kapal Pengganti (Jika memang service pengiriman-nya harus menggunakan lebih dari 1 kapal).
  • Closing Time : Tenggat waktu normal yang di perbolehkan bagi cargo / barang yang masuk ke tempat penimbunan sementara seperti gudang CFS atau UTPK (Unit Tempat Penumpukan Peti Kemas).Catatan : Tiap-tiap Shipping Schedule selalu mencantumkan tanggal dan waktu closing time. Dan jika cargo masuk ke tempat penimbunan sementara itu melewati dari waktu Closing Time yang telah ditetapkan maka pihak shipper akan dikenakan sanksi / denda.
  • P.E. : Persetujuan Export. Lembar Persetujuan Export ini bisa diperoleh dan di print sendiri oleh pihak Shipper / EMKL yang memiliki system online (E.D.I = Electronic Data Interchange) setelah pengajuan dokumen2 Export seperti Packing List, Commercial Invoice & PEB di setujui oleh pihak Bea dan Cukai.
  • P.E.B : Pemberitahuan Export Barang. Pengisian form Pemberitahuan Export Barang di ajukan dengan system online melalui system EDI. Jika pemeriksaan PEB di setujui, maka akan keluar P.E. Adapun data-data yang diisikan saat pengajuan pengisian form PEB adalah semua data-data yang ada di Packing List & Commercial Invoice.
  • EDI Sistem : Kehadiran Electronic Data Interchange (EDI) telah menjadi salah satu solusi untuk membuat efisienan dalam transaksi bisnis di Internet dan sekaligus memberikan jaminan keamanan dalam bertransaksi tersebut. EDI adalah pertukaran data komputer antar aplikasi melintasi batas-batas organisasi, sehingga intervensi manusia atau interpretasi atas data tersebut oleh manusia [RITCHIE 94] dapat ditekan seminimum mungkin. Akibatnya data dalam EDI tentunya harus dalam format terstruktur yang bisa dipahami oleh masing-masing komputer. Salah satu aplikasi penggunaan EDI dalam membantu sistem infrormasi seperti yang dilakukan oleh pemerintah.Dalam jangka panjang, usaha pemerintah untuk meningkatkan cadangan devisa harus didukung oleh kegiatan ekspor. Oleh karena itu, kegiatan ekspor harus digalakkan. Berkaitan dengan hal tersebut, maka pelabuhan, khususnya jasa pelayanan kepabeanan yang berada di pelabuhan, memegang peranan penting untuk menjamin kelancaran arus barang. Sebagai salah satu usaha untuk memperlancar arus barang di pelabuhan diterapkan sistem Electronic Data Interchange (EDI)
  • BC 1.1 : Dokumen yang memuat kedatangan kapal. Biasanya diajukan ke bea cukai 2-3 hari sebelum kedatangan kapal.(Inward cargo manifest submitted by shipping line to Customs which inform that there will be vessel arrival.) No BC 1.1 dan sub pos harus dicantumkan dalam pengajuan BC2.1, BC2.0, BC2.3 dalam sistem EDI
  • BC 1.2 : Dokumen Angkut Lanjut. (Document made to release import cargo from one Customs area for bonded transport to the next custom area for process of clearance.)
  • BC 2.0 : Pemberitahuan Import Barang. (Notice to the Customs of import cargo details .)
  • BC 2.1 : Pemberitahuan Import Barang Tertentu. (Notice to the Customs of sea and air express import cargo such as arrival of courier items.)dokument ini dapat di sebut juga P.I.B.K (Pemberitahuan Import Barang Khusus)
  • BC 2.3 : Dokumen Angkut Lanjut (dalam Kawasan Berikat). (Bonded transport to a bonded storage, similar to BC1.2 but only for the companies operating a bonded storage area.)
  • BC 3.0 : Pemberitahuan Export Barang. ( Notice to the Customs of export details.)
  • Bahandle : Cek fisik oleh kepabeanan untuk komoditas impor. ( Phisic check by Customs of imported commodity.)
  • BCF 1.5 : Dokumen yg digunakan utk pemindahan kargo untuk OB (over brengen) (A document for processing cargo removed to OB.)
  • OB (Over brengen) : Pemindahan secara paksa terhadap barang impor karena gagal melakukan proses kepabeanan tepat waktu. ( Forcible removal of the import cargo for failing timely clearance.) Pada praktek di lapangan OB dapat disebut Pindah Gudang, OB dapat terjadi karena regulasi dari Airline (jika Angkut via udara) atau Shipping Agent (Angkut Laut) , dimana Pesawat atau Kapal Laut unloading cargo pada gudang dan gudang tempat barang keluar berbeda. proses OB ini akan memakan cost yang lebih banyak di bandingkan barang yang tidak di OB.
  • DO (Delivery Order) : Surat yang diberikan oleh pihak Shipping agent, forwarder atau Gudang sebagai tanda bukti pengambilan barang, container kosong, dari gudang asal ke gudang tujuan.
  • Certificate of Insurance : Sertifikat Asuransi. (Certificate of import cargo insurance.)
  • EDI : Transmisi data terstruktur antara organisasi dengan cara elektronik. ( Electronic Data Interchange.)
  • FIAT : Proses untuk ttd dokumen impor. ( Process for signing the release paper for cleared goods.)
  • LHP : Laporan Hasil Pemeriksaan. (Inspection report after the physic check.)
  • PENDOC: Penerimaan Dokumen. ( The custom department for receiving the import clearance applications.)
  • PFPD : Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen. (The custom department checking import clearance applications in Pendoc.)
  • PIB : Pemberitahuan Impor Barang. ( Import cargo details including HS number and this works as the import duty calculation base.)
  • PNBP : Penerimaan Negara Bukan Pajak. (Non tax state levies.)
  • POSTEL : Pos & Telekomunikasi. (Import permit for certain electronic goods.)
  • PPH : Pajak Pertambahan Hasil. (Withholding Tax.)
  • PPN : Pajak Pertambahan Nilai. ( Value Added Tax.)
  • SKB : Surat Keterangan Bebas (PPH / PPN). (VAT and Withholding Tax exemption certificate.)
  • SPJK (M, H) : Surat Persetujuan Jalur Kuning (Merah , Hijau). (Yellow (Red, Green) channel order.)
  • SPJM : Surat Pemberitahuan Jalur Merah. jika respon ini keluar setelah submit PIB dalam system EDI maka kita akan menunggu jadwal untuk Pemeriksaan fisik dari pihak Bea Cukai.
  • SPJH (Surat Pemberitahuan Jalur Hijau) atau SPPB : Surat Persetujuan Pengeluaran Barang. (Cargo exit order.) Barang dapat segera keluar dari wilayah Pabean (Airport atau Pelabuhan)
  • SSPCP : Surat Setoran Pabean, Cukai, dan Pajak. (Duty payment order.)
  • TPS : Tempat Penimbunan Sementara. (A temporary warehouse for import cargo.)
  • Warehouse AIRIN : Gudang sementara di Jakarta. (Name of a temporarary warehouse in Jakarta.
  • Surat Tugas : duty assignment for clearing personnel. (duty assignment for clearing personnel.)
  • Surat Kuasa : power of attorney for handling the custom clearance.
  • EMKL : Ekspedisi Muatan Kapal Laut
  • Notify Party : adalah pihak kedua setelah Consignee yang berhak untuk di beritahu tentang adanya suatu pengiriman dan penerimaan barang export / import. Dalam prakteknya, Nama dan Alamat Notify Party ini sama dengan nama dan Alamat Consignee. Tetapi ini semua tergantung dari perjanjian awal antara pihak Shipper dan Importeer. Nama dan alamat lengkap Notify Party harus tertulis jelas didalam dokumen2 seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO. Atau jika Notify Part sama dengan Consignee maka cukup ditulis SAME AS CONSIGNEE.[]
0 Continue Reading →

Mengenal Resi Pengiriman dan 4 Manfaatnya

HIJRAH LOGISTIC | Resi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia bermakna tanda penerimaan, yang dilakukan secara tertulis. Lebih jauhnya lagi yaitu sebagai tanda penerimaan tertulis dari pengiriman surat, paket, dan yang lainnya.

Pengertian lainnya dari resi ini yaitu sebagai bukti penerimaan atas sejumlah barang yang dikirimkan. Dimana resi ini akan diberikan oleh jasa pengiriman, yang berperan dalam mengirimkan sejumlah barang/paket tersebut.

Umumnya, resi akan disertai dengan nomor, yang kemudian dijadikan sebagai nomor resi. Sementara yang dimaksud dengan cek resi, yaitu proses melakukan pengecekan terhadap sejumlah paket yang dikirimkan, dengan mengandalkan nomor resi, yang diberikan oleh jasa pengiriman/logistik yang telah Anda pilih sebelumnya. Berikut adalah manfaat pengecekan resi. Diantaranya:

  1. Memastikan Paket/Barang Telah Dikirim

Manfaat yang pertama dari proses cek resi, yaitu memastikan bahwa barang/paket yang ingin Anda kirimkan tersebut, memang telah dikirim ke alamat tujuan, seperti yang Anda inginkan. Dengan nomor resi yang diberikan, memungkinkan setiap barang/paket yang dikirimkan, tidak akan tertukar, antara satu dengan yang lainnya.

  1. Memudahkan Dalam Lacak Paket

Selain sebagai bukti, bahwa paket telah dikirimkan. Manfaat lainnya dari pengecekan resi ini juga, yaitu untuk memudahkan dalam pelacakan barang/paket. Dalam arti, Anda sebagai pihak pengirim, maupun pelanggan Anda yang bertindak selaku penerima, pastinya ingin mengetahui mengenai keberadaan paket saat itu. Dengan lacak paket yang dilakukan dengan pengecekan resi ini juga, setidaknya bisa digunakan dalam memprediksi berapa lama waktu yang dibutuhkan, hingga akhirnya paket bisa sampai di tangan penerima.

  1. Memastikan Kondisi Barang/Paket yang Dikirimkan

Manfaat lainnya dari pengecekan dengan menyertakan nomor resi ini yaitu bisa memastikan kondisi dari setiap paket yang dikirimkan dalam keadaan baik. Nah, jika ternyata, setelah barang diterima oleh si penerima, dan terbukti kondisi barang dalam keadaan rusak.

Maka Anda bisa melakukan pengecekan dengan menggunakan nomor resi yang diberikan. Dari nomor resi tersebut bisa diketahui, bahwa kerusakan tersebut tidak terjadi sebelum barang dikirimkan. Namun mungkin saja disebabkan oleh kesalahan dari pihak logistik/jasa pengiriman, dan yang lainnya.

  1. Bisa Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan

Selain yang telah dijelaskan di atas, cek resi ini juga secara tidak langsung bisa meningkatkan kepercayaan dari para pelanggan dan juga klien Anda. Mengapa dikatakan demikian? Karena dengan nomor resi yang diberikan pada pelanggan Anda, sebagai penerima. Baik itu nomor resi yang diberikan melalui chat, ataupun pesan pribadi.

Pelanggan Anda tersebut bisa melakukan pengecekan resi sendiri. Dan bisa diketahui, bahwa barang dalam kondisi baik, saat dikirimkan. Dan jika memang terdapat kerusakan, saat diterima oleh pelanggan/klien Anda.

Maka hal itu murni merupakan kesalahan dari pihak jasa pengiriman, dan bukan karena Anda pribadi. Sehingga, pelanggan/klien bisa membangun opini, bahwa Anda merupakan seller ataupun eksportir yang bisa dipercaya.

0 Continue Reading →

Tips Kirim Barang Elektronik. Mulai Persiapan, Packing hingga Pengiriman

HIJRAH LOGISTIC | Pengiriman barang elektronik dapat menjadi tugas yang menantang. Dalam artikel ini, kami akan memberikan tips yang berguna bagi Anda untuk mengirim barang elektronik dengan aman dan efisien. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat memastikan bahwa barang elektronik yang Anda kirim akan sampai tujuan dalam kondisi yang baik.

Dalam era digital ini, barang elektronik telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari ponsel pintar, laptop, kamera, hingga perangkat elektronik lainnya, semuanya memerlukan perawatan khusus saat dikirim. Mengingat nilai dan kerentanan barang-barang ini, penting bagi Anda untuk mengetahui cara mengemas dan mengirimnya dengan benar.

Persiapan Pengiriman

Sebelum mengirim barang elektronik, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk memastikan pengiriman yang sukses. Berikut adalah beberapa tips persiapan yang perlu Anda ikuti:

  1. Pilih perusahaan pengiriman yang terpercaya
    – Teliti dan pilih perusahaan pengiriman yang memiliki reputasi baik dalam mengirim barang elektronik, misalnya Hijrah Logistic yang sudah berpengalaman dalam pengiriman.
    – Pastikan perusahaan tersebut memiliki pengalaman dalam menangani barang elektronik dan menyediakan asuransi pengiriman.
  2. Periksa syarat dan ketentuan pengiriman
    – Baca dengan teliti syarat dan ketentuan perusahaan pengiriman terkait pengiriman barang elektronik.
    – Pastikan Anda memahami apakah ada batasan atau persyaratan khusus yang perlu dipenuhi.
  3. Pastikan barang elektronik dalam kondisi yang baik
    – Periksa barang elektronik sebelum dikemas, pastikan semua komponen berfungsi dengan baik.
    – Jika ada kerusakan atau masalah, perbaiki terlebih dahulu sebelum dikirim.

Pengemasan Barang

Pengemasan yang benar sangat penting dalam mengirim barang elektronik. Berikut adalah beberapa tips pengemasan yang dapat Anda ikuti:

  1. Simpan kemasan asli
    – Jika memungkinkan, simpan kemasan asli barang elektronik tersebut. Kemasan asli biasanya dirancang untuk melindungi barang dengan baik.
  2. Gunakan bahan pelindung
    – Gunakan bahan pelindung seperti gelembung udara, kertas koran, atau busa untuk melindungi barang dari benturan.
  3. Pastikan barang tidak bergerak
    – Pastikan barang elektronik tidak bergerak di dalam kemasan dengan menggunakan bahan pengisi seperti busa atau kertas lipatan.
  4. Label dengan jelas
    – Label kemasan dengan jelas. Tuliskan alamat pengirim dan penerima dengan jelas untuk menghindari kebingungan atau kesalahan pengiriman.

Pengiriman Barang

Setelah barang elektronik dikemas dengan benar, langkah selanjutnya adalah mengirimkannya ke tujuan dengan aman. Berikut adalah beberapa tips saat melakukan pengiriman:

  1. Asuransi pengiriman
    – Pastikan barang elektronik Anda diasuransikan sebelum dikirim. Ini akan melindungi Anda dari kerugian jika terjadi kerusakan atau kehilangan selama pengiriman.
  2. Cek ongkos kirim
    – Selalu periksa ongkos kirim sebelum mengirim barang elektronik. Bandingkan harga dari beberapa perusahaan pengiriman untuk mendapatkan harga terbaik.
  3. Pantau pengiriman
    – Pastikan Anda memantau pengiriman barang elektronik Anda secara online. Gunakan nomor pelacakan yang diberikan oleh perusahaan pengiriman untuk mengetahui status pengiriman.

Mengirim barang elektronik membutuhkan persiapan dan perhatian ekstra. Dalam artikel ini, kami telah memberikan tips yang berguna untuk memastikan pengiriman yang sukses. Dengan memilih perusahaan pengiriman yang terpercaya, mengemas barang dengan benar, dan memantau pengiriman, Anda dapat mengirim barang elektronik dengan aman dan efisien.

Selalu ingat, keselamatan barang elektronik Anda adalah prioritas utama. Dengan mengikuti tips-tips ini, Anda dapat memastikan bahwa barang elektronik yang Anda kirim akan sampai tujuan dalam kondisi yang baik. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dalam mengirim barang elektronik melalui Hijrah Logistics.

0 Continue Reading →

Mau Tahu Perbedaan Kargo dan Logistik? Ini Ulasannya

HIJRAH LOGISTIC | Seringkali kita mendengar istilah “kargo” dan “logistik” digunakan secara bergantian. Meskipun keduanya berkaitan dengan pengiriman barang, sebenarnya terdapat perbedaan yang mendasar. Memahami perbedaan ini penting untuk memahami alur rantai pasokan yang lebih luas dan kompleks.

Kargo: Barang yang Diangkut

Kargo, dalam konteks ini, merujuk pada barang fisik yang diangkut. Ini bisa berupa produk jadi, bahan baku, atau bahkan barang pribadi. Kargo bisa diangkut melalui berbagai moda transportasi seperti truk, kereta api, kapal laut, atau pesawat terbang.

Logistik: Manajemen Pergerakan Barang

Logistik, di sisi lain, merupakan proses perencanaan, implementasi, dan kontrol alur barang, jasa, dan informasi terkait dari titik asal hingga titik tujuan. Ini mencakup berbagai aspek mulai dari:

  • Perencanaan rute dan pengiriman: Menentukan jalur pengiriman yang paling efisien dan ekonomis.
  • Pengelolaan persediaan: Memastikan ketersediaan barang yang cukup di setiap titik dalam rantai pasokan.
  • Pengadaan dan pengolahan: Memilih pemasok terbaik, mengelola proses pembelian, dan mengelola inventaris.
  • Pengiriman dan distribusi: Memilih moda transportasi yang tepat, mengatur jadwal pengiriman, dan memastikan barang sampai tepat waktu dan dalam kondisi baik.
  • Manajemen gudang: Mengelola ruang penyimpanan, mengatur tata letak, dan memastikan efisiensi penyimpanan.
  • Pemrosesan pesanan: Melakukan pemesanan, pengemasan, dan pengiriman pesanan dengan cepat dan akurat.
  • Pengemasan dan penanganan: Memastikan barang dikemas dengan aman dan sesuai standar untuk menghindari kerusakan selama transportasi.
  • Manajemen risiko: Mengidentifikasi dan meminimalkan potensi risiko seperti kerusakan, penundaan, dan kehilangan barang.
  • Manajemen informasi: Memanfaatkan data dan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam rantai pasokan.

Logistik: Lebih dari Sekadar Pengiriman

Jika kargo adalah “badan” dari sistem rantai pasokan, maka logistik adalah “otak” yang mengendalikan setiap gerakan. Logistik bekerja untuk memastikan bahwa barang diangkut dengan cara yang paling efisien, ekonomis, dan aman. Ini melibatkan perencanaan yang matang, koordinasi yang baik, dan penggunaan teknologi yang tepat.

Contoh Perbedaan dalam Praktek

Bayangkan Anda ingin mengirimkan paket berisi pakaian dari Jakarta ke Surabaya.

  • Kargo: Paket pakaian itu sendiri merupakan kargo yang akan diangkut.
  • Logistik: Proses keseluruhan, termasuk menentukan moda transportasi (truk, pesawat, dll.), memilih jalur pengiriman yang paling cepat, memastikan pengemasan yang aman, melacak perjalanan paket, dan memastikan paket sampai dengan selamat ke penerima adalah bagian dari logistik.

Memahami perbedaan antara kargo dan logistik sangat penting dalam memahami kompleksitas rantai pasokan. Kargo merupakan barang yang diangkut, sedangkan logistik adalah proses yang mengatur alur pergerakan barang tersebut.

Jasa Hijrah Logistic berperan penting dalam meningkatkan efisiensi, meminimalkan biaya, dan meningkatkan kepuasan pelanggan dalam setiap tahap rantai pasokan.[]

0 Continue Reading →

Mencari Jasa Logistik yang Cepat Amanah, Hijrah Logistic Solusinya

HIJRAH LOGISTICS | Dalam dunia bisnis yang kompetitif, efisiensi dan ketepatan waktu menjadi kunci keberhasilan. Salah satu aspek penting yang mendukung hal ini adalah logistik.

Memilih perusahaan logistik yang tepat, khususnya yang berpengalaman, merupakan langkah krusial yang tidak boleh dianggap remeh.

Logistik mencakup seluruh proses pergerakan barang, mulai dari pengadaan bahan baku hingga pengiriman produk akhir ke konsumen. Perusahaan logistik yang baik berperan penting dalam:

  • Memastikan Ketersediaan Barang: Melalui jaringan distribusi yang luas dan pengelolaan inventaris yang efektif, perusahaan logistik memastikan barang tersedia tepat waktu dan di tempat yang tepat.
  • Meminimalisir Kerusakan: Dengan penanganan yang profesional dan infrastruktur yang terjaga, perusahaan logistik dapat meminimalisir kerusakan barang selama proses transportasi.
  • Meningkatkan Efisiensi Biaya: Melalui optimasi rute dan efisiensi proses, perusahaan logistik dapat membantu Anda menekan biaya transportasi dan penyimpanan.
  • Meningkatkan Kepuasan Pelanggan: Pengiriman yang cepat dan tepat waktu menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepuasan pelanggan.

Mencari Perusahaan Logistik Berpengalaman

Memilih perusahaan logistik yang tepat tidak hanya tentang harga murah, tetapi juga tentang keahlian, keandalan, dan komitmen untuk memenuhi kebutuhan bisnis Anda. Berikut beberapa tips mencari perusahaan logistik berpengalaman:

1.Tentukan Kebutuhan Logistik Anda:

  • Jenis barang apa yang akan Anda kirim?
  • Berapa volumenya?
  • Apakah ada kebutuhan khusus seperti penyimpanan suhu terkontrol atau penanganan barang berbahaya?
  • Apa jangkauan pengiriman yang Anda butuhkan?
  • Apa target waktu pengiriman?

2.Cari Referensi dan Testimoni:

  • Tanyakan kepada rekan bisnis atau pengusaha di bidang Anda tentang pengalaman mereka dengan perusahaan logistik tertentu.
  • Baca ulasan dan testimoni di platform online atau situs resmi perusahaan logistik.

3.Pertimbangkan Pengalaman dan Keahlian:

  • Prioritaskan perusahaan logistik dengan pengalaman yang luas di bidang Anda.
  • Cari tahu spesialisasi mereka, apakah mereka memiliki keahlian dalam menangani jenis barang Anda atau jenis pengiriman yang Anda butuhkan.

4.Teliti Jaringan dan Infrastruktur:

  • Perhatikan jaringan distribusi mereka, apakah mereka memiliki gudang dan armada transportasi yang memadai?
  • Apakah mereka memiliki teknologi yang mendukung sistem pelacakan dan monitoring pengiriman?

5.Evaluasi Layanan dan Fitur Tambahan:

  • Pertimbangkan layanan tambahan yang ditawarkan, seperti asuransi pengiriman, pengemasan khusus, atau layanan bea cukai.
  • Pilih perusahaan yang menawarkan layanan yang dapat memenuhi kebutuhan Anda secara keseluruhan.

6.Perhatikan Reputasi dan Keandalan:

  • Cari informasi tentang reputasi perusahaan logistik, apakah mereka memiliki catatan keamanan dan keandalan yang baik?
  • Apakah mereka memiliki sertifikasi dan penghargaan yang menunjukkan kualitas layanan mereka?

7.Bandingkan Penawaran:

  • Mintalah penawaran dari beberapa perusahaan logistik.
  • Bandingkan harga, layanan, dan persyaratan mereka.
  • Pilih perusahaan yang menawarkan solusi terbaik yang sesuai dengan budget Anda.

Kesimpulan

Memilih perusahaan logistik berpengalaman adalah investasi jangka panjang yang akan meningkatkan efisiensi dan keberhasilan bisnis Anda. Seperti Hijrah Logstics yang sudah berpengalaman dalam mendelivery barang konsumen ke berbagai penjuru di Nusantara.

0 Continue Reading →