HIJRAH | Mengirim barang pecah belah seperti piring, gelas, vas bunga, atau peralatan kaca lainnya memerlukan persiapan ekstra karena barang pecah belah memiliki risiko tinggi rusak saat pengiriman. Oleh sebab itu barang mudah pecah atau retak jika tidak dikemas dan dikirim dengan benar.

Menurut Forwarder AI menjelaskan pasar freight dan logistik Indonesia diproyeksikan mencapai USD 131,24 miliar pada tahun 2025 dan tumbuh menjadi USD 178,07 miliar di 2030 , dengan laju pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 6,29 persen.

Dalam rilis yang diunggah oleh  GoodStats pada Januari 2025 lalu, pada tahun 2023 terdapat setidaknya 15.800 usaha pergudangan, ekspedisi, maupun kurir yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. Angka tersebut menunjukkan industri logistik Indonesia sangat berkembang dengan banyak pilihan jasa pengiriman yang bisa Anda gunakan untuk mengirim barang pecah belah ke seluruh Indonesia.

7 Tips Mengirim Barang Pecah Belah Agar Aman Sampai Tujuan

  1. Siapkan Peralatan Packing yang Lengkap

 Hal pertama yang perlu diperhatikan saat packing barang pecah belah atau fragile adalah menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Kamu bisa siapkan peralatan packing mulai dari box kardus yang memiliki material yang kuat, bubble wrap, potongan kertas/kardus/kain perca, lakban, hingga gunting.

Peralatan lengkap yang harus ada meliputi:

  • Kardus tebal khusus barang pecah belah (double wall atau triple wall)
  • Bubble wrap tebal minimal 2-3 lapis
  • Kertas pembungkus atau kain perca
  • Lakban kuat dan tebal
  • Gunting atau cutter
  • Stiker “Fragile” atau “Barang Pecah Belah”
  • Asuransi pengiriman (opsional tapi penting)
  1. Lapisin Barang dengan Bubble Wrap Secara Menyeluruh

 Sebelum dikirim, pastikan setiap barang pecah belah kamu dibungkus dengan bubble wrap secara menyeluruh. Lapisan pelindung ini membantu meredam benturan dan guncangan selama pengiriman. Jadi penting diingat.

Proses pelapisan yang benar:

  • Bungkus barang dengan satu selapis kertas terlebih dahulu dan rekatkan kertas agar tidak terurai
  • Beri perhatian khusus pada bagian yang corrosion atau menonjol
  • Kemudian, bungkus dengan satu atau dua lapis bubble wrap dan tutupi seluruh barang
  • Pastikan bubble wrap menutup semua sisi barang tanpa ada yang terbuka
  • Hindari menempelkan selotip terlalu banyak agar pelanggan tidak merusak item saat melepas selotip
  1. Pilih Ukuran Kardus yang Sesuai dan Kuat

Untuk barang yang berat dan rapuh, gunakan kotak yang lebih kecil. Kotak yang lebih kecil lebih mudah dipindahkan dan kecil kemungkinannya untuk rusak.

Jangan pernah menggunakan kemasan tipis. Gunakan kotak karton bergelombang baru karena bahannya paling kuat untuk barang-barang rapuh. Pastikan ada jarak dua hingga tiga inci dari setiap sisi produk untuk bantalan.

  1. Isi Area Kosong dengan Bantalan

 Jangan biarkan ada ruang kosong di dalam kemasan, karena ruang tersebut bisa membuat barang bergeser dan meningkatkan risiko kerusakan saat pengiriman. Isi bagian kosong menggunakan bubble wrap, potongan kardus, atau bahan pengganjal lainnya agar posisi barang tetap stabil selama perjalanan.

Setelah memasukkan barang ke dalam kotak:

  • Isi kotak dengan bahan bantalan setinggi dua inci di bagian bawah
  • Tempatkan item dan pusatkan di dalam kotak
  1. Gunakan Lakban Kuat untuk Menyegel Kardus

Pastikan untuk merekatkan lakbannya dengan kuat agar semakin terjaga keamanannya (Paxel, 2025). Gunakan perekat tambahan untuk mengamankan bagian bawah kotak. Kamu bisa menggunakan selotip untuk merekatkan kotak tersebut.

Menggunakan kemasan berat atau lakban untuk menyegel kotak sangat penting karena kotak yang disegel dengan baik adalah lapisan pelindung pertama dan terberat dari item tersebut.

  1. Tambahkan Stiker “Fragile” pada Kemasan

Jangan lupa tambahkan stiker “Fragile” pada kemasan barang pecah belah kamu. Stiker ini akan memberi tahu pihak jasa pengiriman bahwa barang ini mudah rusak dan perlu ditangani dengan lebih hati-hati.

Setiap kotak yang berisi benda-benda rapuh harus diidentifikasi dengan benar. Pastikan untuk menambahkan stiker “fragile” di sisi dan atas kardus.

Saat kirim paket fragile lewat jasa pengiriman, kamu harus infokan ke kurir dan laporkan di aplikasi untuk ditempel stiker Fragile dan dapat ditangani dengan tepat selama proses pengiriman.

  1. Tambahkan Asuransi Pengiriman untuk Perlindungan Ekstra

Untuk pengiriman barang bernilai tinggi atau mudah rusak, jangan lupa tambahkan asuransi pengiriman sebagai langkah perlindungan ekstra. Asuransi akan memberikan kompensasi jika barang pecah belah Anda rusak atau hilang selama pengiriman.

Asuransi pengiriman sangat penting untuk barang pecah belah karena:

  • Memberikan jaminan ganti rugi jika barang rusak
  • Biaya asuransi relatif murah dibandingkan nilai barang
  • Memberikan perlindungan maksimal selama pengiriman
  • Mengurangi risiko kerugian finansial

Tips Tambahan untuk Pengiriman Barang Pecah Belah

  1. Pilih Jasa Pengiriman yang Tepat

Pilihlah jasa pengiriman yang memiliki reputasi baik dalam menangani barang fragile. Beberapa jasa pengiriman khusus memiliki layanan premium untuk barang pecah belah dengan penanganan lebih hati-hati.

  1. Kirim Dalam Waktu Yang Tepat

Hindari mengirim barang pecah belah saat hujan atau kondisi cuaca buruk karena bisa meningkatkan risiko kerusakan. Pilih waktu pengiriman yang memungkinkan barang tiba dalam kondisi optimal.

  1. Berikan Informasi Lengkap

Sampaikan informasi lengkap tentang barang yang dikirim, termasuk jenis barang, berat, dimensi, dan tingkat kerapuhan. Ini membantu pihak jasa pengiriman menanganinya dengan cara yang tepat.

  1. Dokumentasikan Barang Sebelum Kirim

Foto barang pecah belah sebelum dikemas dan setelah dikemas sebagai bukti kondisi awal. Ini penting jika terjadi kerusakan dan Anda perlu mengajukan klaim asuransi.

Bagikan ke