Skip to Content

About: redaksi

Recent Posts by redaksi

Tips Mengirim Barang Menggunakan Truk: Panduan Aman dan Efisien

HIJRAH | Mengirim barang menggunakan truk adalah pilihan ideal untuk pengiriman barang besar, berat, atau banyak dalam jumlah kargo yang tidak bisa dikirim melalui jasa pengiriman konvensional. Dari data Forwarder AI menyebutkan bahwa transportasi darat masih mendominasi pengiriman domestik dan nilai pasar road freight diperkirakan mencapai USD 53,88 miliar pada 2025 dengan pertumbuhan 6,04 persen per tahun.

Pasar freight dan logistik Indonesia diproyeksikan mencapai USD 131,24 miliar pada tahun 2025 dan tumbuh menjadi USD 178,07 miliar di 2030, dengan laju pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 6,29 persen.

Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) memprediksi pertumbuhan sektor logistik nasional berada di kisaran 7% sampai 8% pada 2024. Ini menunjukkan industri trucking dan pengiriman barang menggunakan truk sangat berkembang dengan banyak pilihan jasa pengiriman berkualitas

Saat ini, sektor grosir dan retail menyumbang sekitar 35 persen dari total permintaan logistik nasional, sementara sektor manufaktur menyumbang sekitar 72 persen dari total ekspor Indonesia pada tahun 2023 dengan nilai mencapai USD 186,98 miliar.

8 Tips Mengirim Barang Menggunakan Truk Agar Aman Sampai Tujuan

  1. Gunakan Kemasan yang Kuat dan Sesuai dengan Jenis Barang

Gunakan kemasan yang kuat dan sesuai untuk melindungi barang selama pengiriman. Pastikan kotak atau boks yang digunakan terbuat dari material yang kokoh dan mampu menahan beban barang yang dikirim.

Untuk barang berat dan besar, gunakan palet plastik yang lebih ringan dari palet kayu. Palet plastik juga lebih tahan terhadap kelembaban dan tidak mudah rusak dibandingkan palet kayu.

  1. Sesuaikan Jenis Truk dengan Barang yang Akan Dikirim

Sesuaikan jenis truck dengan barang yang akan dikirim. Misalnya, gunakan dump truck untuk bahan bangunan seperti pasir, semen, atau batu. Gunakan truk pendingin (cold truck) untuk makanan beku atau barang yang memerlukan suhu tertentu.

Beberapa Jenis Truk Yang Umum Digunakan:–

  • Truk Box: Untuk barang umum, furnitur, elektronik
  • Dump Truck: Untuk bahan bangunan (pasir, semen, batu)
  • Cold Truck/Refrigerated Truck: Untuk makanan beku, obat-obatan
  • Truk Flatbed: Untuk mesin besar, konstruksi, pipa
  • Truk Container: Untuk barang kargo besar antarkota

Memilih jenis truk yang tepat akan memastikan barang Anda aman dan pengiriman lebih efisien.

  1. Pastikan Barang Tersusun dengan Rapi di dalam Truk

Pastikan barang tersusun dengan rapi dan rapat ke dinding truk untuk menghindari ruang kosong yang menyebabkan pergeseran selama perjalanan. Gunakan teknik cube stacking atau penumpukan kubus dapat menyelaraskan posisi produk dengan aman.

Teknik Penumpukan Yang Benar:

  • Pola interlocking: Teknik penumpukan yang saling mengunci sehingga kondisi muatan barang tetap aman selama perjalanan
  • Center of gravity: Letakkan barang berat dan berdimensi besar di bagian bawah, tumpuk barang ringan di atasnya
  • Pastikan barang bagian bawah kuat dan tidak mudah pecah
  • Barang harus rapat dan tidak ada ruang kosong yang bisa menyebabkan pergeseran
  1. Berikan Label atau Penanda pada Barang

Berikan label atau penanda pada barang yang mudah rusak, berat, atau memerlukan penanganan khusus. Stiker “Fragile”, “Heavy”, atau “Do Not Stack” akan membantu driver dan petugas penanganan barang untuk lebih hati-hati.

Label yang penting untuk diberikan:

  • Fragile: Untuk barang mudah pecah
  • Heavy: Untuk barang berat
  • Do Not Stack: Untuk barang yang tidak boleh ditumpuk
  • Keep Dry: Untuk barang yang harus tetap kering
  • This Side Up: Untuk barang yang harus dalam posisi tertentu
  1. Gunakan Alat Pengorganisasi Muatan untuk Keamanan

Gunakan palet, straps, alat jungkit (forklift), atau netting untuk mengorganisasi muatan dan mencegah kerusakan. Alat-alat ini membantu menjaga posisi barang tetap stabil selama perjalanan.

Alat pengorganisasi yang penting:

  • Straps/Tali Pengikat: Untuk mengikat barang agar tidak bergeser
  • Netting/Jaring Pengaman: Untuk menutupi dan menahan muatan
  • Palet: Untuk menyusun barang dengan rapi
  • Forklift/Alat Jungkit: Untuk menaikkan dan menurunkan barang berat
  1. Hindari Over Capacity yang Berbahaya

Hindari over capacity yang berbahaya. Pastikan konsumen dan driver mengetahui kapasitas muatan truk dan tidak membawa muatan berlebih karena sangat berbahaya.

Over capacity dapat menyebabkan:

  • Truk tidak stabil dan mudah terguling
  • Kerusakan pada jalan dan kendaraan
  • Pelanggaran hukum dan sanksi denda
  • Risiko kecelakaan yang tinggi
  • Barang bisa rusak karena truk tidak seimbang
  1. Timbang dan Ukur Barang Sebelum Kirim

Timbang dan ukur barang sebelum mengirim untuk memastikan sesuai dengan kapasitas truk yang dipilih. Ini juga membantu menghitung biaya pengiriman yang akurat dan menghindari over capacity.

Langkah pengukuran yang benar:

  • Timbang berat total barang
  • Ukur dimensi panjang, lebar, dan tinggi
  • Hitung volume total (panjang × lebar × tinggi)
  • Pastikan tidak melebihi kapasitas truk yang dipilih
  • Sesuaikan dengan biaya pengiriman per kg atau per m³
  1. 8. Tambahkan Asuransi untuk Perlindungan Ekstra

Untuk pengiriman barang bernilai tinggi atau rentan rusak, tambahkan asuransi pengiriman sebagai perlindungan ekstra. Asuransi akan memberikan jaminan ganti rugi jika barang rusak, hilang, atau tertunda selama pengiriman.

Keuntungan Asuransi Pengiriman:

  • Jaminan ganti rugi jika barang rusak atau hilang
  • Perlindungan dari risiko kecelakaan
  • Biaya asuransi relatif murah dibandingkan nilai barang
  • Memberikan ketenangan selama pengiriman
  • Klaim bisa diajukan jika terjadi masalah

Kelebihan Mengirim Barang Menggunakan Truk

  1. Bisa Mengirim Barang Besar dan Berat

Salah satu kelebihan menggunakan truk untuk jasa pengiriman barang adalah banyaknya jenis yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan. Truk bisa mengangkut barang besar dan berat yang tidak bisa dikirim melalui jasa pengiriman konvensional seperti kargo, furnitur besar, mesin industri, atau bahan bangunan.

  1. Lebih Efisien untuk Muatan Banyak

Mengirim barang menggunakan truk lebih efisien untuk muatan banyak karena Anda bisa mengirim sekaligus dalam satu truk tanpa perlu membagi ke beberapa paket kecil. Ini mengurangi biaya pengiriman per unit barang dan lebih cepat karena tidak perlu proses packing individu.

  1. Bisa Pilih Jenis Truk Sesuai Kebutuhan

Anda bisa memilih jenis truk sesuai dengan jenis barang yang dikirim. Dari truk box untuk barang umum, dump truck untuk bahan bangunan, hingga cold truck untuk makanan beku. Pilihan yang fleksibel memastikan barang Anda dikirim dengan cara yang paling sesuai.

Tips Tambahan untuk Pengiriman Barang Menggunakan Truk

  1. Pilih Jasa Trucking yang Terpercaya

Pilihlah jasa trucking yang memiliki reputasi baik, driver berpengalaman, dan armada yang layak. Pastikan perusahaan memiliki izin resmi dan asuransi untuk melindungi barang Anda selama pengiriman.

  1. Dokumentasikan Barang Sebelum Kirim

 Foto barang sebelum dikemas dan setelah dipasang di truk sebagai bukti kondisi awal. Ini penting jika terjadi kerusakan dan Anda perlu mengajukan klaim asuransi.

3. Berikan Informasi Lengkap

Sampaikan informasi lengkap tentang barang yang dikirim, termasuk jenis barang, berat, dimensi, jumlah, dan tingkat kerapuhan. Ini membantu perusahaan trucking menyiapkan truk yang tepat dan menanganinya dengan cara yang benar.

  1. Pantau Perjalanan Barang

 Gunakan layanan tracking yang disediakan oleh perusahaan trucking untuk memantau perjalanan barang. Ini memastikan Anda tahu posisi barang dan perkiraan waktu tiba.

Truk Solusi Ideal untuk Pengiriman Barang Besar

Tips mengirim barang menggunakan truk yang aman dimulai dari packing kuat, memilih jenis truk sesuai muatan, menyusun barang rapi dengan teknik interlocking dan center of gravity, memberi label frag ile, menggunakan straps/netting, menghindari over capacity, dan menambah asuransi.

Barang besar, berat, atau banyak tidak bisa dikirim melalui jasa konvensional, jadi truk adalah solusi ideal dengan efisiensi dan keamanan maksimal.

Ikuti 8 tips di atas dan barang Anda akan dikirim dengan aman menggunakan truk. Jangan lupa dokumentasikan barang sebelum kirim, pilih jasa trucking terpercaya, dan tambahkan asuransi untuk perlindungan ekstra. Dengan persiapan yang benar, pengiriman barang menggunakan truk bisa dilakukan dengan mudah, efisien, dan tanpa cemas.

Q&A: 5 Pertanyaan Tentang Mengirim Barang Menggunakan Truk

  1. Apa kelebihan mengirim barang menggunakan truk dibandingkan jasa pengiriman lain?

Kelebihan mengirim barang menggunakan truk adalah bisa mengirim barang besar dan berat yang tidak bisa dikirim melalui jasa konvensional, lebih efisien untuk muatan banyak dalam satu truk, dan bisa pilih jenis truk sesuai kebutuhan (box, dump truck, cold truck, flatbed, container).

  1. Jenis truk apa yang cocok untuk pengiriman bahan bangunan?

Jenis truk yang cocok untuk pengiriman bahan bangunan seperti pasir, semen, atau batu adalah dump truck. Dump truck memiliki bak terbuka yang bisa dibuka di bagian bawah untuk memudahkan pembongkaran material bangunan.

  1. Bagaimana cara menyusun barang agar aman di dalam truk?

Cara menyusun barang yang aman di truk: gunakan teknik interlocking (saling mengunci), center of gravity (barang berat di bawah, ringan di atas), pastikan barang rapat ke dinding truk tanpa ruang kosong, dan gunakan straps/tali pengikat atau netting/jaring untuk mengikat muatan agar tidak bergeser.

  1. Apakah perlu asuransi untuk pengiriman barang menggunakan truk?

Sangat perlu untuk barang bernilai tinggi atau rentan rusak. Asuransi memberikan jaminan ganti rugi jika barang rusak, hilang, atau tertunda. Biaya asuransi relatif murah dibandingkan nilai barang dan memberikan perlindungan maksimal selama pengiriman.

  1. Bagaimana cara menghindari over capacity saat mengirim barang dengan truk?

 Cara menghindari over capacity: pastikan konsumen dan driver mengetahui kapasitas muatan truk, timbang dan ukur barang sebelum kirim, hitung volume total, jangan melebihi kapasitas truk yang dipilih, dan sesuaikan dengan biaya pengiriman per kg atau per m³. Over capacity sangat berbahaya karena bisa menyebabkan truk tidak stabil dan mudah terguling.

0 Continue Reading →

Tips Mengirim Barang Pecah Belah: Panduan Aman Tanpa Kerusakan

HIJRAH | Mengirim barang pecah belah seperti piring, gelas, vas bunga, atau peralatan kaca lainnya memerlukan persiapan ekstra karena barang pecah belah memiliki risiko tinggi rusak saat pengiriman. Oleh sebab itu barang mudah pecah atau retak jika tidak dikemas dan dikirim dengan benar.

Menurut Forwarder AI menjelaskan pasar freight dan logistik Indonesia diproyeksikan mencapai USD 131,24 miliar pada tahun 2025 dan tumbuh menjadi USD 178,07 miliar di 2030 , dengan laju pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 6,29 persen.

Dalam rilis yang diunggah oleh  GoodStats pada Januari 2025 lalu, pada tahun 2023 terdapat setidaknya 15.800 usaha pergudangan, ekspedisi, maupun kurir yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. Angka tersebut menunjukkan industri logistik Indonesia sangat berkembang dengan banyak pilihan jasa pengiriman yang bisa Anda gunakan untuk mengirim barang pecah belah ke seluruh Indonesia.

7 Tips Mengirim Barang Pecah Belah Agar Aman Sampai Tujuan

  1. Siapkan Peralatan Packing yang Lengkap

 Hal pertama yang perlu diperhatikan saat packing barang pecah belah atau fragile adalah menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Kamu bisa siapkan peralatan packing mulai dari box kardus yang memiliki material yang kuat, bubble wrap, potongan kertas/kardus/kain perca, lakban, hingga gunting.

Peralatan lengkap yang harus ada meliputi:

  • Kardus tebal khusus barang pecah belah (double wall atau triple wall)
  • Bubble wrap tebal minimal 2-3 lapis
  • Kertas pembungkus atau kain perca
  • Lakban kuat dan tebal
  • Gunting atau cutter
  • Stiker “Fragile” atau “Barang Pecah Belah”
  • Asuransi pengiriman (opsional tapi penting)
  1. Lapisin Barang dengan Bubble Wrap Secara Menyeluruh

 Sebelum dikirim, pastikan setiap barang pecah belah kamu dibungkus dengan bubble wrap secara menyeluruh. Lapisan pelindung ini membantu meredam benturan dan guncangan selama pengiriman. Jadi penting diingat.

Proses pelapisan yang benar:

  • Bungkus barang dengan satu selapis kertas terlebih dahulu dan rekatkan kertas agar tidak terurai
  • Beri perhatian khusus pada bagian yang corrosion atau menonjol
  • Kemudian, bungkus dengan satu atau dua lapis bubble wrap dan tutupi seluruh barang
  • Pastikan bubble wrap menutup semua sisi barang tanpa ada yang terbuka
  • Hindari menempelkan selotip terlalu banyak agar pelanggan tidak merusak item saat melepas selotip
  1. Pilih Ukuran Kardus yang Sesuai dan Kuat

Untuk barang yang berat dan rapuh, gunakan kotak yang lebih kecil. Kotak yang lebih kecil lebih mudah dipindahkan dan kecil kemungkinannya untuk rusak.

Jangan pernah menggunakan kemasan tipis. Gunakan kotak karton bergelombang baru karena bahannya paling kuat untuk barang-barang rapuh. Pastikan ada jarak dua hingga tiga inci dari setiap sisi produk untuk bantalan.

  1. Isi Area Kosong dengan Bantalan

 Jangan biarkan ada ruang kosong di dalam kemasan, karena ruang tersebut bisa membuat barang bergeser dan meningkatkan risiko kerusakan saat pengiriman. Isi bagian kosong menggunakan bubble wrap, potongan kardus, atau bahan pengganjal lainnya agar posisi barang tetap stabil selama perjalanan.

Setelah memasukkan barang ke dalam kotak:

  • Isi kotak dengan bahan bantalan setinggi dua inci di bagian bawah
  • Tempatkan item dan pusatkan di dalam kotak
  1. Gunakan Lakban Kuat untuk Menyegel Kardus

Pastikan untuk merekatkan lakbannya dengan kuat agar semakin terjaga keamanannya (Paxel, 2025). Gunakan perekat tambahan untuk mengamankan bagian bawah kotak. Kamu bisa menggunakan selotip untuk merekatkan kotak tersebut.

Menggunakan kemasan berat atau lakban untuk menyegel kotak sangat penting karena kotak yang disegel dengan baik adalah lapisan pelindung pertama dan terberat dari item tersebut.

  1. Tambahkan Stiker “Fragile” pada Kemasan

Jangan lupa tambahkan stiker “Fragile” pada kemasan barang pecah belah kamu. Stiker ini akan memberi tahu pihak jasa pengiriman bahwa barang ini mudah rusak dan perlu ditangani dengan lebih hati-hati.

Setiap kotak yang berisi benda-benda rapuh harus diidentifikasi dengan benar. Pastikan untuk menambahkan stiker “fragile” di sisi dan atas kardus.

Saat kirim paket fragile lewat jasa pengiriman, kamu harus infokan ke kurir dan laporkan di aplikasi untuk ditempel stiker Fragile dan dapat ditangani dengan tepat selama proses pengiriman.

  1. Tambahkan Asuransi Pengiriman untuk Perlindungan Ekstra

Untuk pengiriman barang bernilai tinggi atau mudah rusak, jangan lupa tambahkan asuransi pengiriman sebagai langkah perlindungan ekstra. Asuransi akan memberikan kompensasi jika barang pecah belah Anda rusak atau hilang selama pengiriman.

Asuransi pengiriman sangat penting untuk barang pecah belah karena:

  • Memberikan jaminan ganti rugi jika barang rusak
  • Biaya asuransi relatif murah dibandingkan nilai barang
  • Memberikan perlindungan maksimal selama pengiriman
  • Mengurangi risiko kerugian finansial

Tips Tambahan untuk Pengiriman Barang Pecah Belah

  1. Pilih Jasa Pengiriman yang Tepat

Pilihlah jasa pengiriman yang memiliki reputasi baik dalam menangani barang fragile. Beberapa jasa pengiriman khusus memiliki layanan premium untuk barang pecah belah dengan penanganan lebih hati-hati.

  1. Kirim Dalam Waktu Yang Tepat

Hindari mengirim barang pecah belah saat hujan atau kondisi cuaca buruk karena bisa meningkatkan risiko kerusakan. Pilih waktu pengiriman yang memungkinkan barang tiba dalam kondisi optimal.

  1. Berikan Informasi Lengkap

Sampaikan informasi lengkap tentang barang yang dikirim, termasuk jenis barang, berat, dimensi, dan tingkat kerapuhan. Ini membantu pihak jasa pengiriman menanganinya dengan cara yang tepat.

  1. Dokumentasikan Barang Sebelum Kirim

Foto barang pecah belah sebelum dikemas dan setelah dikemas sebagai bukti kondisi awal. Ini penting jika terjadi kerusakan dan Anda perlu mengajukan klaim asuransi.

0 Continue Reading →

Taukah Anda Apa Itu Fasilitas Logistik? Berikut Penjelasannya

HIJRAH LOGISTIC | Jakarta–Fasilitas logistik adalah aktivitas pergerakan material atau barang yang terjadi dalam proses pendistribusian barang atau paket. Termasuk arti dari “arrived at delivery facility” dan perkiraan waktu sebuah barang berada di fasilitas logistik.

Berikut adalah penjelasan selengkapnya tentang fasilitas logistic yang dilansir dari Detik.com.

Apa itu Fasilitas Logistik?

Menurut Law Insider, fasilitas logistik adalah fasilitas yang ditujukan untuk gudang penyimpanan dan transportasi barang, fasilitas distribusi, dan layanan logistik yang sifatnya tidak terbatas pada penangan material.

Fasilitas logistik juga mencakup produksi, pengemasan, inventaris barang, pengangkutan, penyimpanan, fasilitas penyimpanan barang yang rentan atau berbahaya, dan fasilitas ini sering digunakan untuk manufaktur, perkantoran, dan sebagainya.

Sedangkan menurut buku Manajemen Logistik dan Supply Chain terbitan Yayasan Kita Menulis, fasilitas logistik adalah kegiatan pergerakan barang atau material yang terjadi pada bagian workstation.

Workstation sendiri terdiri dari interworkstation dan intrafacility yang menjadi empat bagian, yaitu pusat distribusi, gudang, terminal, dan pabrik. Selain itu, fasilitas logistik juga disebut dengan istilah penanganan material.

Berdasarkan sejarahnya, dasar dari penangan material dan fasilitas logistik berpusat pada perakitan massal dan jalu produksi yang terjadi di era tahun 1950 dan 1960-an. Pada era tahun 1950-an hingga akhir tahun 1970, masih banyak perusahaan atau organisasi mempertahankan divisi penanganan material.

Namun, saat ini kegiatan penanganan material sudah tidak digunakan lagi oleh banyak pihak karena kegiatan tersebut dianggap kurang berdampak positif terhadap perusahaan atau organisasi. Distribusi fisik dibagi menjadi dua, yaitu pengadaan dan pemasaran. Sedangkan fasilitas pelanggan dikategorikan menjadi satu yang biasa disebut sebagai logistik bisnis.

Jenis-jenis dari Fasilitas Logistik

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa fasilitas logistik sering dimanfaatkan untuk pengiriman dan penyimpanan barang. Lantas, apa saja jenis-jenis dari fasilitas logistik? Jenis fasilitas logistik menurut Keyence ada tiga, yaitu: pusat transfer (transfer centers), pusat distribusi (distribution centers), dan pusat proses distribusi (process distribution centers). Berikut adalah penjelasannya.

Pusat Transfer (Transfer Centers)

Transfer centers atau pusat transfer memiliki peran utama dalam menyortir, memindahkan, dan mengirim barang. Pusat transfer pada umumnya tidak melakukan penyimpanan barang atau sejenisnya. Melainkan barang yang sudah diterima kemudian disortir dan dikirimkan ke alamat tujuan. Tugas yang dilakukan oleh kargo di pusat transfer jauh lebih sedikit dibandingkan pusat. distribusi dan pusat proses distribusi,Sehingga fungsi pusat transfer dapat dilakukan dengan peralatan dan perangkat yang relatif kecil.

Pusat Distribusi (Distribution Centers)

Pusat distribusi adalah tempat untuk menyimpan dan mengelola persedian barang di pusat logistik, melakukan penyortiran barang berdasarkan wilayah dan toko, serta mengirimkan barang tersebut pengguna akhir dan toko ritel. Pusat distribusi juga dilengkapi dengan fasilitas pusat logistik, seperti: mengirim, mengambil pesanan, dan melakukan proses distribusi seperti pengemasan barang.
Pusat Proses Distribusi (Process Distribution Centers)

Pusat proses distribusi adalah tempat yang fokus dengan proses distribusi yang meliputi pengemasan dan pemberian label. Selain itu, pusat proses distribusi juga memerlukan peralatan khusus untuk untuk merakit dan memasang barang, atau memproses ikan dan daging. Adanya pusat proses distribusi juga berkaitan dengan mempertahankan kualitas, seperti fasilitas anti debu, suhu yang terkontrol, dan adanya jalur produksi.

Berapa Lama Paket Berada di Fasilitas Logistik?

Menurut buku Kebangkitan Industri Logistik Pasca Pandemi COVID-19 terbitan Media Sains Indonesia, paket atau barang berada di fasilitas logistik pada umumnya menghabiskan waktu sekitar 1-2 hari. Ketika paket sudah tiba di penyimpanan kargo, paket memiliki waktu simpan (dwell time) maksimal 2 hari.

Masuk ke Fasilitas Logistik Artinya Apa?

Apa arti dari masuk ke fasilitas logistik? Menurut Tracking More, status “masuk ke fasilitas logistik” atau “arrived at delivery facility” artinya barang atau paket sudah tiba di fasilitas logistik. Dengan demikian, paket atau barang tidak di tangan penjual.

Demikian informasi tentang fasilitas logistik beserta dengan pengertian dan jenis-jenisnya. Semoga informasi ini bermanfaat dan menjawab pertanyaan Anda tentang berapa lama barang berada di fasilitas logistik serta arti dari “arrived at delivery facility”.[]

0 Continue Reading →

Berikut Format Penulisan Alamat Standar Ekspidisi yang Benar

HIJRAH LOGISTIC | Bekasi–Mengirim dokumen atau barang ke alamat tujuan dibutuhkan data alamat penerima secara lengkap, agar untuk memudahkan petugas kurir tiba tepat waktu.

Banyak kenyataan di lapangan, terdapat penulisan alamat paket kurang lengkap dan sulit dibaca oleh petugas, sehingga mempersulit kerja dari petugas pengirim paket tersebut. Bahkan tak jarang paket nyasar ke alamat yang tidak tepat.

Karena penulisan alamat paket itu sangat penting, kali ini Hijrah Logistics akan mencoba membahas mengenai format penulisan paket yang benar. Meski tidak ada aturan baku terkait penulisan alamat, namun ini bisa membantu Anda.

Format Penulisan Alamat Penerima Paket
Penulisan alamat penerima paket untuk dokumen atau barang yang akan dikirim, secara umum terdiri dari tiga hal berikut ini:

  1. Nama Lengkap Penerima
    Isi nama penerima selengkap mungkin sesuai dengan kartu identitas, Anda juga bisa menambahkan nama sapaan yang lebih banyak dikenal tetangga penerima.
    Contohnya:
    Katimen panggilan akrabnya Kang Min bisa ditulis “Katimen(Kang Min)”.
  2. Alamat Lengkap Penerima
    Tuliskan alamat penerima selengkap mungkin mulai dari nama jalan hingga provinsi, Anda juga bisa menambahkan alamat tersebut berupa tempat seperti rumah atau kantor.

    • Nama Jalan
    • Nama Tempat
    • No Rumah
    • Keterangan RT dan RW
    • Nama Dusun/Desa/Kelurahan
    • Nama Kecamatan
    • Nama Kota/Kabupaten
    • Nama Provinsi
    • Kode Pos
  3.  Nomor Kontak Penerima
    Masukkan nomor telepon yang bisa dihubungi yang tujuannya kurir dapat menghubungi penerima ketika akan mengirimkan paket. Jika perlu nomer WhatsApp supaya penerima bisa Share Location kepada kurir sehingga pengiriman akan lebih mudah dalam menemukan lokasi.

Format Penulisan Alamat Pengirim Paket
Secara garis besar format penulisan alamat untuk pengirim paket sama seperti format penulisan penerima paket. Alamat pengirim harus di sertakan juga ketika mengirimkan paket menggunakan kurir, hal ini berguna sekali jika kurir tidak bisa menemukan alamat penerima maka paket dapat dikembalikan ke alamat pengirim.
Berikut ini yang harus ada dalam penulisan alamat pengirim paket:

  1. Nama Lengkap/Nama Toko Pengirim
    Tulislah nama lengkap pengirim, atau nama toko jika paket berisi barang hasil belanja online.
  2. Alamat Lengkap Pengirim
    1. Nama Jalan
    2. Nama Tempat
    3. No Rumah
    4. Keterangan RT dan RW
    5. Nama Dusun/Desa/Kelurahan
    6. Nama Kecamatan
    7. Nama Kota/Kabupaten
    8. Nama Provinsi
    9. Kode Pos
  3.  Nomor Telepon/Hp Pengirim
    Biasanya kurir akan menghubungi pengirim untuk mengkonfirmasi bahwa alamat tidak ditemukan atau ada hal lain terkait dengan masalah pengiriman paket tersebut. Untuk menghindari kesalahan sertakan nomor kontak untuk konfirmasi.

Demikian format penulisan alamat pengiriman yang biasa disarankan oleh perusahaan ekspidisi untuk memudahkan pengiriman agar mudah sampai ke alamat tujuan. Semoga tips ini bermanfaat. Mau kirim barang dan dokumen? Hijrah Logistics siap menjadi mitra Anda. [adm]

0 Continue Reading →

6 Manfaat Memendekkan Link URL Bagi Perusahaan Jasa Pengiriman

HIJRAH LOGISTIC | Jakarta–Inovasi teknologi digital mampu membuat yang jauh jadi dekat, yang tak terlihat jadi nampak, yang besar jadi kecil. Begitu juga tautan sebuah alamat url yang biasanya panjang dan ribet, sekarang bisa di’akali’ menjadi lebih pendek dan langsung ke sasaran.

Memendekkan url atau url shortener sesuatu yang lazim dilakukan oleh para pelaku internet marketer. Sebagai contoh seorang pelaku bisnis jasa titipan kilat butuh pemendek url ini untuk mempersingkat link alamatnya saat share alamat ke para calon pelanggan atau pelanggan.

Pelaku bisnis online seperti kiriman cepat online, dropshipper akan sangat membutuhkan url singkat untuk produk atau alamat dagangnya. Misalnya come.to/hijrahlogistic dan lain sebagainya.

Berikut adalah contoh diantara manfaat dari pemendek url ini sebagai berikut:

Memudahkan Diingat

Penggunaan url pendek tentu saja menjadikan link lebih mudah diingat. Pastinya kita akan lebih mudah mengingat link pendek seperti come.to/hijrahlogistic  dibandingkan url panjang seperti https://hijrahlogistics.com/service/perpindahan. Nah, semakin pendek url yang kita share, tentu pengunjung yang datang akan mudah kembali ke lapak kita.

Memudahkan Branding Perusahaan

Penggunaan url pendek ini juga memudahkan kita untuk melakukan branding usaha kita. Sebagai contoh kita memiliki usaha online yang bergerak di bidang jasa pengiriman barang antar pulau secara cepat dan murah, maka bisa saja kita menggunakan pemendek url  come.to/hijrahlogistic. Nah, semakin mudah bukan?

Mempermudah Tracking

Mempersingkat link akan membantu dalam melakukan tracking. Sebagai pelaku bisnis digital, Anda tentu perlu melakukan data tracking. Anda perlu mendapatkan informasi terkait pengunjung website maupun angka konversi yang berhasil diraih.

Meminimalisir Kesalahan Penulisan Url

Manfaat lain dengan short url adalah meminimalisir terjadinya typo atau kesalahan pengetikan saat akan menulis alamat web/link kita. Dengan alamat web yang tepat tanpa salah, maka tidak ada trafik yang terbuang sia-sia karena kesalahan satu huruf.

Memudahkan untuk Promosi

Kelebihan lain dari penggunaan short url ini adalah kita bisa lebih efektif dan efisien saat melakukan promosi website kita. Termasuk juga saat melakukan share ke media sosial.

Lebih Profesional

Dengan link url yang pendek dan langsung ke nama produk misalnya, akan menjadikan usaha kita nampak lebih professional, tentunya harus dibarengi dengan layanan yang baik. Apalah artinya alamat yang mudah diingat jika dalam pelayanan ke calon customer buruk dan produk yang dipasarkan tidak sesuai kualitasnya.[]

 

 

0 Continue Reading →

4 Tips Sebelum Mengirim Barang ke Tempat Tujuan

HIJRAH LOGISTIC | Maraknya pembelian online saat ini membuat cukup banyak jasa pengiriman barang menjalin kerjasama. Apalagi untuk pelaku bisnis online yang sudah ramai pengunjung. Demi memperlancar usaha, sebaiknya ketahui tips sebelum mengirim barang ke tempat tujuan.

Tujuannya untuk memastikan agar barang yang Anda kirim sampai ke tempat tujuan dengan selamat. Beberapa poinnya akan kami bahas secara detail pada artikel kali ini.

Tips Sebelum Mengirim Barang ke Tempat Tujuan

Menjadi pelaku usaha online memang tidak mudah, tetapi selalu ada cara untuk memudahkannya. Nah, berikut beberapa tips sebelum mengirim barang ke tempat tujuan yang perlu Anda ketahui, antara lain :

1. Cek Apakah Packing Barang Sudah Rapi dan Siap Kirim
Jika Anda ingin melakukan pengiriman barang baik antar daerah maupun ke luar maka sebaiknya hal pertama yang wajib Anda teliti adalah kerapian kemasan. Selain itu, Anda juga wajib mengecek tingkat keamanan produk hingga sampai ke tangan pembeli.

Jangan sampai ada kebocoran atau packaging yang kurang baik. Sebab, dikhawatirkan paket rusak ditengah jalan seperti pecah ataupun robek.

2. Isi Identitas Penerima dengan Detail dan Benar
Selanjutnya, tips sebelum mengirim barang ke tempat tujuan adalah mengisikan data identitas diri penerima dengan benar. Isi alamat dan data diri secara detail mulai dari nama penerima, nama jalan, RT, RW, nomor rumah, kode pos, nomor handphone yang bisa dihubungi hingga kecamatan dan kabupatennya.

Kenapa harus membuat identitas diri penerima dengan lengkap dan detail? Tujuannya agar pengirim tidak membutuhkan waktu lama untuk menyampaikan barang ke penerima. Sehingga proses kirim menjadi lancar dan cepat.

3. Pertimbangkan Ongkos Kirim dan Estimasi Waktu Pengiriman
Sebelum mengirimkan barang ke suatu tempat, pastikan Anda telah mempertimbangkan ongkos kirim dan estimasi waktu sampai ke penerima. Apakah jasa pengiriman yang Anda pilih memberikan biaya cukup besar atau terjangkau.

Selain itu, apakah biaya tersebut sesuai dengan estimasi waktu pengiriman yang diberikan. Meskipun sederhana, tetapi mempertimbangkan jasa pelayanan ini sangat mempengaruhi bisnis Anda. Apalagi jika Anda sedang membangun branding agar penerima merasa senang.
Tentunya jika semakin cepat barang sampai dengan biaya minim. Konsumen merasa bahagia dan ingin membeli kembali dari kios Anda.

4. Simpan Nomor Resi untuk Cek Pengiriman
Terakhir, tips sebelum mengirim barang ke tempat tujuan pastikan Anda telah mengetahui seberapa penting nomor resi dalam bisnis kirim barang ke konsumen. Meskipun hanya selembar kertas, nomor resi ini dapat Anda gunakan untuk memantau barang sudah sampai di mana.

Apakah barang telah diterima oleh pembeli atau belum. Anda juga bisa memberikan nomor resi kepada konsumen sebagai bukti bahwa telah melakukan pengiriman. Sehingga dalam membangun bisnis, Anda telah menciptakan kepercayaan konsumen.

Nah, itulah beberapa tips sebelum mengirim barang ke tempat tujuan yang wajib Anda pertimbangkan terutama dalam bisnis online. Untuk kerjasama jasa pengiriman dengan biaya terjangkau dan pengiriman cepat serta keamanan terjamin, percayakan pada Hijrah Logistics saja.

Perusahaan pengiriman yang sudah bekerja sama dengan banyak pelaku bisnis online untuk kemudahan transaksi usaha.[]

0 Continue Reading →

Tips Mengirim Dokumen Penting Tetap Aman Sampai Tujuan

HIJRAH LOGISTIC | Mengirim dokumen memang sudah bisa Anda lakukan secara online. Namun, ada kalanya terdapat dokumen yang harus Anda kirimkan dalam bentuk fisik melalui jasa pengiriman. Untuk itu, tips mengirim dokumen penting agar tetap aman berikut perlu Anda ketahui.

Tips Mengirim Dokumen Penting Agar Tetap Aman

Dokumen penting yang akan Anda kirim memerlukan pengemasan dan pengamanan tepat agar bisa aman sampai tangan penerima. Untuk itu, Anda bisa ikuti beberapa tips mengirim dokumen penting berikut ini:

1. Menulis Alamat Tujuan Dengan Jelas
Dalam mengirim dokumen tentunya Anda harus menuliskan nama penerima, alamat, dan kontak yang bisa dihubungi dengan jelas. Selain memudahkan dalam pengiriman, hal ini juga menjaga dokumen penting Anda tetap aman sampai tujuan.

Selain itu, dalam tips mengirim dokumen penting Anda juga bisa menambahkan tulisan “Dokumen Penting” pada bagian packaging. Tujuannya agar pihak jasa kirim lebih berhati-hati dalam menjaga keamanannya.

2. Memakai Asuransi Pengiriman
Walaupun harus mengeluarkan biaya lebih untuk memakai asuransi pengiriman, namun hal ini sebenarnya penting untuk Anda lakukan terutama dalam mengirim dokumen penting. Apalagi jika Anda mengirimkan dokumen antar kota atau antar provinsi.

Memakai asuransi pengiriman berguna untuk menghindari resiko kerusakan atau kehilangan dokumen selama proses pengiriman sehingga lebih terjamin keamanannya.
Meskipun terjadi kerusakan atau kehilangan dokumen selama pengiriman, Anda juga lebih mudah melakukan klaim jika menggunakan asuransi.

3. Menggunakan Karton Atau Plastik Tebal
Selama proses pengiriman, tidak menutup kemungkinan bahwa dokumen yang Anda kirim akan tertumpuk bersama barang-barang atau dokumen lainnya.

Belum lagi jika tujuan pengirimannya jauh, hal tersebut dapat membuat dokumen Anda cepat rusak. Untuk menghindari hal tersebut, Anda bisa menggunakan karton atau plastik tebal sebagai pembungkus dokumen.

Lebih aman lagi jika Anda memasukkannya ke dalam kardus yang seukuran kemudian menambahkan potongan kertas. Tujuannya untuk menghilangkan ruang di dalam kardus agar dokumen tidak mudah bergeser selama proses pengiriman.

Penting pula untuk mengingatkan kurir agar selalu berhati-hati dalam membawa dokumen tersebut agar tidak rusak selama perjalanan.

4. Menyimpan Dalam Amplop Segel Dan Anti Tembus
Dalam mengirim dokumen penting, pastikan Anda selalu menggunakan amplop yang tersegel dan anti tembus. Hal ini untuk memastikan tidak ada seorang pun yang dapat membuka dokumen sebelum sampai ke penerima.

Pilih amplop dengan segel perekat yang aman dan sampaikan kepada penerima bahwa dokumen yang Anda kirim tersegel dengan rapi.

Itulah beberapa tips mengirim dokumen penting supaya tetap aman sampai tujuan. Memilih jasa pengiriman yang terpercaya juga menjadi jaminan keselamatan dokumen.

Jasa pengiriman dokumen aman dan terpercaya bisa Anda serahkan kepada Hijrah Logistics. Jaminan dokumen aman dan selamat sampai tujuan![]

0 Continue Reading →

5 Tips Mengirim Barang Pecah Belah Supaya Tetap Aman Sampai Tujuan

HIJRAH LOGISTIC | Melakukan pengiriman barang terutama yang sifatnya pecah belah atau fragile memang harus Anda lakukan secara hati-hati. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui tips mengirim barang pecah supaya tetap aman sampai tujuan.

Tips Mengirim Barang Pecah Belah

Saat mengirim barang pecah belah seperti keramik atau kaca memang harus memperhatikan pengamanan ekstra. Berikut ini tips mengirim barang pecah belah yang dapat Anda lakukan:

1. Menggunakan Kotak Yang Pas
Tips mengirim barang pecah belah yang pertama adalah hindari menggunakan kotak dengan ukuran terlalu besar.
Menggunakan kotak dengan ukuran tidak sesuai justru bisa merusak barang yang Anda kirim karena menyisakan banyak ruang di dalamnya. Selain itu, biaya kirim juga bisa jadi lebih mahal.

Sebelum melakukan pengiriman, pastikan Anda mengukur area sekitar barang mulai dari panjang sisi depan, belakang, hingga tingginya. Sisakan sedikit ruang sekitar 0,5 cm agar barang bisa masuk ke dalam kotak dengan mudah.

2. Menggunakan Bubble Wrap
Cara kedua yang cukup efektif adalah dengan melapisi barang menggunakan bubble wrap. Setelah itu, Anda juga bisa memasukkannya ke dalam kardus agar barang tersebut lebih aman.
Tips ini termasuk yang paling mudah, sehingga cukup banyak orang yang menggunakan cara ini dalam mengirim barang.

3. Menggunakan Spons Atau Styrofoam
Selain melapisi barang dengan bubble wrap, Anda juga bisa menggunakan spons atau styrofoam.
Tips ini dapat Anda lakukan saat mengirim barang elektronik karena styrofoam yang sifatnya tidak mudah rusak. Anda juga bisa menggunakan spons untuk melindungi barang dari guncangan selama pengiriman.
Pastikan Anda menggunakan styrofoam dan spons dengan ukuran yang pas untuk menjaga keamanan barang.

4. Menggunakan Peti Kemas
Tidak jarang, Anda mungkin perlu untuk mengirim barang pecah belah yang harganya cukup mahal. Untuk meningkatkan pengamanan, Anda bisa menggunakan peti kemas atau peti kayu sebagai pelindungnya.
Peti kayu yang keras dapat meningkatkan perlindungan terhadap barang yang akan Anda kirim. Namun, ongkosnya bisa lebih mahal karena biaya peti biasanya dihitung per dimensinya.

5. Menambahkan Stiker Fragile Pada Kemasan
Setiap harinya jasa pengiriman akan menerima ratusan bahkan ribuan paket. Untuk meningkatkan keamanan dalam pengiriman barang, sebaiknya Anda menambahkan stiker fragile pada kemasan.
Stiker tersebut sebagai tanda bahwa terdapat barang pecah di dalamnya dan agar pihak jasa kirim lebih berhati-hati selama proses pengiriman. Selain itu, menambahkan stiker fragile juga lebih memudahkan dalam pengelolaan barang.

Selain menerapkan tips mengirim barang pecah belah di atas, Anda juga perlu memilih jasa kirim yang tepat seperti Hijrah Logistics. Dengan jasa pengiriman yang tepat dan terpercaya, barang Anda akan aman dan selamat sampai tujuan. Selamat mencoba dan nikmati fasilitas terbaik hanya di Hijrah Logistics.[]

0 Continue Reading →

Mengenal Estimasi Pengiriman dalam Dunia Ekspidisi

HIJRAH LOGISTIC | Apapun jenis pengiriman barang yang Anda lakukan, pasti akan menemukan istilah estimasi pengiriman. Estimasi yang dimaksud di sini adalah perkiraan waktu kapan barang ini bisa sampai ke tujuan dengan selamat. 

Estimasi pengiriman itu juga bisa tergantung pada pilihan Anda saat memilih jenis pengirimannya. Jika pilihan pada pengiriman sameday maka estimasi bisa lebih cepat dengan biaya tentunya lebih mahal di banding dengan yang regular.

Mengapa lebih mahal, karena barang Anda akan diprioritaskan khusus agar bisa dikirim secepat mungkin. Bahkan, dalam beberapa kasus, pengiriman ini bisa saja melibatkan kurir atau layanan khusus lainnya demi memastikannya cepat sampai tujuan dengan aman. Jadi, wajar kalau harganya jadi lebih mahal, tapi hasilnya lebih cepat.

Berikut adalah faktor yang mempengaruhi jenis pengiriman barang:

  1. Jenis Layanan yang Dipilih

Jenis layanan yang dipilih bisa mempengaruhi estimasi pengiriman barang dengan cargo logistik. Contohlah, jika Anda memilih layanan next day, maka estimasi pengirimannya adalah sampai esok hari dan paling lambat adalah 2-3 hari. BErbeda ketika memilih sameday yang mendapatkan prioritas dikirim pada hari yang sama. 

Meski begitu, bukan berarti barang-barang dengan jenis layanan lain bakal dikirim tanpa estimasi. Mereka juga bakal tetap dikirim meski tentu saja estimasi pengirimannya lebih lama. Contohlah, ada barang yang dikirim dengan jenis pengiriman reguler dengan estimasi pengiriman 7 sampai 14 hari. Memang, biaya pengirimannya lebih terjangkau. Tapi, barang-barang ini bakal sampai cukup lama, bahkan bisa jadi benar-benar baru terkirim di hari terakhir estimasi pengiriman

  1. Pilihan Lokasi Tujuan

Ada faktor lain yang mempengaruhi estimasi pengiriman barang yang dikirim oleh cargo logistik, yakni alamat barang diterima. Maklum, kondisi geografis Indonesia yang sangat luas, berpulau-pulau, hingga banyaknya tempat yang terpencil membuat estimasi pengiriman bisa jadi cukup lama.

Kalau di kota besar, Anda bisa dengan mudah memakai jenis layanan same day atau next day. Namun berbeda dengan tempat –tempat terpencil. Bisa jadi layanan yang disediakan adalah reguler saja karena tentu membutuhkan prosedur pengiriman yang jauh lebih rumit dan lama dari biasanya.

  1. Hijrah Logistics Siap Layani Estimasi Kebutuhan Anda

Hijrah Logistics sebagai perusahaan jasa layanan pengiriman cepat, siap menjadi mitra kerja Anda dalam pengiriman barang-barang yang dibutuhkan. Pastikan pilihan Anda kepada Hijrah Logistics agar barang kiriman Anda tiba di tempat tujuan sesuai dengan estimasi yang Anda butuhkan.

0 Continue Reading →

Mengintip Istilah-istilah dalam Industri Logistik dan Kargo

HIJRAH LOGISTIC | Jakarta–Seringkali kita mendengar istilah yang terasa awam dan asing di telinga ketika berada di area logistic atau kargo. Ada baiknya jika kita mengenal istilah-istilah nama yang sering digunakan sebagai Bahasa komunikasi di dunia logistic dan kargo.

Berikut adalah istilah-istilah yang bisa sobat Hijrah Logistics  mengerti, agar saat berada di area logistic dan kargo tidak asing lagi mendengarnya. Artikel ini dirangkum dari berbagai sumber.

  • Custom Clearance : adalah proses administrasi pengeluaran atau pengiriman barang dari wilayah muat ataupun bongkar yang berhubungan dengan Kepabeanan dan administrasi pemerintah.
  • Shipper : Shipper adalah Exportir atau si pengirim barang. Nama dan alamat lengkap Shipper harus tertulis jelas didalam dokumen2 seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang ketika Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan)
  • Consignee / Cnee: adalah Importir atau si Penerima barang. Nama dan alamat lengkap Consignee harus tertulis jelas didalam dokumen2 seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang ketika Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan.
  • Shipping Mark & Number : Shipping Marks & Number adalah jumlah carton dan tanda pengiriman yang tercantum di kemasan barang. Data Shipping Marks & Number ini tercantum didalam Packing List dan Bill Of Lading.
  • Description of Goods : Adalah perincian barang. Description of Goods ini terdapat didalam Packing List (Lengkap) dan Bill Of Lading. Hanya saja penulisan data Description of Goods pada Bill Of Lading lebih sederhana atau hanya garis besarnya saja. Misalnya, didalam Packing List tertulis 2 drum minyak tanah, 5 jerigen bensin, 10 kaleng oli bekas. Maka pada Bill Of Lading cukup ditulis 17 Packages (total kemasan) of minyak tanah, bensin and oli bekas.
  • G.W. : G.W. adalah singkatan dari Gross Weight. Yaitu berat kotor dari berat kemasan dan berat barang itu sendiri. Contoh berat barang itu 2 Kgs dan berat kemasannya 0.5 Kgs maka G.W. : 2.5 Kgs
  • N.W. : N.W. adalah singkatan dari Net Weight / berat bersih yaitu berat barang sebelum di kemas.
  • LCL : Less than Container Loaded yaitu jenis pengiriman barang tanpa menggunakan container dengan kata lain parsial. Jika kita menggunakan jenis pengiriman LCL, maka barang yang kita kirim itu ditujukan ke Gudang penumpukan dari shipping agent. Lalu dari pihak Gudang tersebut akan mengumpulkan barang2 kiriman LCL lain hingga memenuhi quota untuk di loading / di muat ke dalam container.
  • FCL : Full Container Loaded yaitu jenis pengiriman barang dengan menggunakan container. Walaupun quantity barang tersebut lebih pantas dengan mode LCL, tetapi jika shipper mengirimkan barangnya dengan menggunakan container maka jenis pengiriman ini disebut dengan FCL. Pengiriman barang dengan mode FCL maka kita harus mendatangkan container ke Gudang kita untuk process stuffing (proses pemuatan barang). Setelah stuffing selesai, container itu kita segel dan kita kirimkan ke Tempat Penumpukan Peti Kemas di pelabuhan.
  • CFS : Container Freight Station yaitu mode pengiriman dari Gudang LCL Negara asal sampai ke Gudang LCL Negara tujuan. CFS-CFS menandakan bahwa mode pengiriman barang tersebut dengan cara LCL.
  • CY : Container Yard yaitu mode pengiriman dari Tempat Penumpukan Peti Kemas Negara asal sampai ke Tempat Penumpukan Peti Kemas Negara tujuan. CY-CY menandakan mode pengiriman barang tersebut secara FCL.
  • Vessel : Kapal
  • Feeder Vessel : Kapal pengangkut container dengan kapasitas kecil yang mengangkut container dari pelabuhan muat menuju pelabuhan transit untuk di pindah ke Mother Vessel. Contoh : dari Tg. Priok menuju ke Singapore atau Hongkong….dsb
  • Mother Vessel : Kapal pengangkut dengan kapasitas besar yang mengangkut container dari pelabuhan transit menuju pelabuhan tujuan.Catatan : Jika pengiriman barang dari pelabuhan muat (misalnya : Tg. Priok, Jakarta ) menuju pelabuhan bongkar (misalnya : Busan, Korea) dengan menggunakan 1 Kapal saja maka tidak ada istilah Feeder Vessel dan Mother Vessel. Istilah Feeder Vessel dan Mother Vessel jika pengiriman barang dari pelabuhan muat ke pelabuhan bongkar tersebut menggalami pergantian kapal. Misalnya : Pelabuhan muat Tg. Priok dan Pelabuhan bongkarnya Los Angeles, California. Sementara route pengiriman itu melalui Jakarta – Singapore menggunakan Kapal YM Glory dan Singapore – Los Angeles, CA mengunakan Kapal Hanjin Sao Paulo. Maka Feeder Vessel nya adalah YM Glory dan Mother Vesselnya adalah Hanjin Sao Paulo.
  • Voyage : Nomor Keberangkatan Kapal yang biasa disingkat dengan V. atau Voy.. Nomor keberangkatan harus selalu ada dibelakang nama Kapal. Contoh : YM Glory V. 23 artinya Nama Kapal YM Glory dengan nomor keberangkatan kapal (Voyage) 23.
  • ETD : Estimation Time of Departure adalah perkiraan waktu keberangkatan Kapal.
  • ETA : Estimation Time of Arrival adalah perkiraan waktu kedatangan Kapal
  • Bill Of Lading : atau biasa di singkat dengan B/L, arti sederhananya adalah Konosemen atau bukti pengiriman barang dan pengambilan barang. Form Bill Of Lading itu sendiri harus sudah mendapatkan legalitas dari dunia International sebagai alat / bukti pengiriman dan pengambilan barang export / import. Didalam Bill of Lading memuat data2 Shipper, Consignee, Notify Party, Vessel & Voy. No., Shipping Marks & Numbers, Description of Goods, GW, NW, Measurement, POD, POL, Destination.
  • AWB / Air Way Bill : sama dengan B/L namun AWB digunakan untuk angkutan via udara.
  • P.O.L : Port Of Loading = Pelabuhan Muat
  • P.O.D : Port Of Discharge = Pelabuhan Bongkar
  • Packing List : Daftar Rincian barang secara mendetail yang berisikan nama Shipper, Consignee, Notify Party, Nama Vessel & Voy, Dimensi Barang, Gross Weight dan Net Weight per Item barang maupun total keseluruhan, Jumlah barang.
  • Commercial Invoice : Daftar rincian barang mendetail yang berisikan nama Shipper, Consignee, Notify Party, Nama Vessel & Voy, Nilai Invoice per Item barang maupun total keseluruhan, Jumlah barang.
  • C.O.O / Certificate of Origin : Sertifikat Barang Asal, sebagai bukti keaslian barang dari negara asal yang tertera pada B/L atau AWB
  • F.O.B : Free On Board. Metode Pembayaran di pelabuhan bongkar baik itu Harga Barang (Nilai Commercial Invoice), Asuransi (Insurrance) dan Biaya Pengiriman (Freight). FOB bisa disebut harga barang di Pelabuhan Asal (Exclude cost Freight & Insurance)
  • C.I.F : Cost Insurrance & Freight. Metode Pembayaran di Pelabuhan Muat. Artinya, sebelum melakukan pengiriman barang tersebut sudah di lunasi oleh Consignee. Dan biaya asuransi maupun ongkos kirim sudah di bayar oleh Shipper di Pelabuhan Muat.
  • CIF lebih singkat dapat disebut harga barang di Pelabuhan tujuan.
  • D.D.P : Delivery Duty Paid , Metode Pembayaran yang sudah include CIF + Duty (Bea Masuk di negara tujuan).DDP lebih singkat dapat disebut harga barang di gudang End User. ketiga metode pembayaran diatas umum digunakan dalam Export & Import dan lazim disebut dalam Incoterm.
  • C.&.F : Cost & Freight. Metode Pembayaran yg tidak jauh berbeda dengan C.I.F, tetapi dalam kasus C & F, pihak Shipper tidak membayar asuransi / tidak mengasuransi kan barang tersebut.
  • Freight Prepaid : Pembayaran biaya angkutan yang sudah dibayarkan terlebih dahulu sebelum barang diangkut.
  • Freight Collect : Pembayaran biaya angkutan yang di bayarkan oleh Cnee (Penerima Barang) atau setelah barang sudah diterima.
  • Shipping Schedule : Jadwal Pengapalan. Jadwal ini diterbitkan oleh pihak Shipping Agent. Berisi mengenai ETD Vessel, ETA Vessel di pelabuhan bongkar, mode pengiriman (Cepat atau Lambat), Rute Kapal dan Pelabuhan Transit dan Nama Kapal Pengganti (Jika memang service pengiriman-nya harus menggunakan lebih dari 1 kapal).
  • Closing Time : Tenggat waktu normal yang di perbolehkan bagi cargo / barang yang masuk ke tempat penimbunan sementara seperti gudang CFS atau UTPK (Unit Tempat Penumpukan Peti Kemas).Catatan : Tiap-tiap Shipping Schedule selalu mencantumkan tanggal dan waktu closing time. Dan jika cargo masuk ke tempat penimbunan sementara itu melewati dari waktu Closing Time yang telah ditetapkan maka pihak shipper akan dikenakan sanksi / denda.
  • P.E. : Persetujuan Export. Lembar Persetujuan Export ini bisa diperoleh dan di print sendiri oleh pihak Shipper / EMKL yang memiliki system online (E.D.I = Electronic Data Interchange) setelah pengajuan dokumen2 Export seperti Packing List, Commercial Invoice & PEB di setujui oleh pihak Bea dan Cukai.
  • P.E.B : Pemberitahuan Export Barang. Pengisian form Pemberitahuan Export Barang di ajukan dengan system online melalui system EDI. Jika pemeriksaan PEB di setujui, maka akan keluar P.E. Adapun data-data yang diisikan saat pengajuan pengisian form PEB adalah semua data-data yang ada di Packing List & Commercial Invoice.
  • EDI Sistem : Kehadiran Electronic Data Interchange (EDI) telah menjadi salah satu solusi untuk membuat efisienan dalam transaksi bisnis di Internet dan sekaligus memberikan jaminan keamanan dalam bertransaksi tersebut. EDI adalah pertukaran data komputer antar aplikasi melintasi batas-batas organisasi, sehingga intervensi manusia atau interpretasi atas data tersebut oleh manusia [RITCHIE 94] dapat ditekan seminimum mungkin. Akibatnya data dalam EDI tentunya harus dalam format terstruktur yang bisa dipahami oleh masing-masing komputer. Salah satu aplikasi penggunaan EDI dalam membantu sistem infrormasi seperti yang dilakukan oleh pemerintah.Dalam jangka panjang, usaha pemerintah untuk meningkatkan cadangan devisa harus didukung oleh kegiatan ekspor. Oleh karena itu, kegiatan ekspor harus digalakkan. Berkaitan dengan hal tersebut, maka pelabuhan, khususnya jasa pelayanan kepabeanan yang berada di pelabuhan, memegang peranan penting untuk menjamin kelancaran arus barang. Sebagai salah satu usaha untuk memperlancar arus barang di pelabuhan diterapkan sistem Electronic Data Interchange (EDI)
  • BC 1.1 : Dokumen yang memuat kedatangan kapal. Biasanya diajukan ke bea cukai 2-3 hari sebelum kedatangan kapal.(Inward cargo manifest submitted by shipping line to Customs which inform that there will be vessel arrival.) No BC 1.1 dan sub pos harus dicantumkan dalam pengajuan BC2.1, BC2.0, BC2.3 dalam sistem EDI
  • BC 1.2 : Dokumen Angkut Lanjut. (Document made to release import cargo from one Customs area for bonded transport to the next custom area for process of clearance.)
  • BC 2.0 : Pemberitahuan Import Barang. (Notice to the Customs of import cargo details .)
  • BC 2.1 : Pemberitahuan Import Barang Tertentu. (Notice to the Customs of sea and air express import cargo such as arrival of courier items.)dokument ini dapat di sebut juga P.I.B.K (Pemberitahuan Import Barang Khusus)
  • BC 2.3 : Dokumen Angkut Lanjut (dalam Kawasan Berikat). (Bonded transport to a bonded storage, similar to BC1.2 but only for the companies operating a bonded storage area.)
  • BC 3.0 : Pemberitahuan Export Barang. ( Notice to the Customs of export details.)
  • Bahandle : Cek fisik oleh kepabeanan untuk komoditas impor. ( Phisic check by Customs of imported commodity.)
  • BCF 1.5 : Dokumen yg digunakan utk pemindahan kargo untuk OB (over brengen) (A document for processing cargo removed to OB.)
  • OB (Over brengen) : Pemindahan secara paksa terhadap barang impor karena gagal melakukan proses kepabeanan tepat waktu. ( Forcible removal of the import cargo for failing timely clearance.) Pada praktek di lapangan OB dapat disebut Pindah Gudang, OB dapat terjadi karena regulasi dari Airline (jika Angkut via udara) atau Shipping Agent (Angkut Laut) , dimana Pesawat atau Kapal Laut unloading cargo pada gudang dan gudang tempat barang keluar berbeda. proses OB ini akan memakan cost yang lebih banyak di bandingkan barang yang tidak di OB.
  • DO (Delivery Order) : Surat yang diberikan oleh pihak Shipping agent, forwarder atau Gudang sebagai tanda bukti pengambilan barang, container kosong, dari gudang asal ke gudang tujuan.
  • Certificate of Insurance : Sertifikat Asuransi. (Certificate of import cargo insurance.)
  • EDI : Transmisi data terstruktur antara organisasi dengan cara elektronik. ( Electronic Data Interchange.)
  • FIAT : Proses untuk ttd dokumen impor. ( Process for signing the release paper for cleared goods.)
  • LHP : Laporan Hasil Pemeriksaan. (Inspection report after the physic check.)
  • PENDOC: Penerimaan Dokumen. ( The custom department for receiving the import clearance applications.)
  • PFPD : Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen. (The custom department checking import clearance applications in Pendoc.)
  • PIB : Pemberitahuan Impor Barang. ( Import cargo details including HS number and this works as the import duty calculation base.)
  • PNBP : Penerimaan Negara Bukan Pajak. (Non tax state levies.)
  • POSTEL : Pos & Telekomunikasi. (Import permit for certain electronic goods.)
  • PPH : Pajak Pertambahan Hasil. (Withholding Tax.)
  • PPN : Pajak Pertambahan Nilai. ( Value Added Tax.)
  • SKB : Surat Keterangan Bebas (PPH / PPN). (VAT and Withholding Tax exemption certificate.)
  • SPJK (M, H) : Surat Persetujuan Jalur Kuning (Merah , Hijau). (Yellow (Red, Green) channel order.)
  • SPJM : Surat Pemberitahuan Jalur Merah. jika respon ini keluar setelah submit PIB dalam system EDI maka kita akan menunggu jadwal untuk Pemeriksaan fisik dari pihak Bea Cukai.
  • SPJH (Surat Pemberitahuan Jalur Hijau) atau SPPB : Surat Persetujuan Pengeluaran Barang. (Cargo exit order.) Barang dapat segera keluar dari wilayah Pabean (Airport atau Pelabuhan)
  • SSPCP : Surat Setoran Pabean, Cukai, dan Pajak. (Duty payment order.)
  • TPS : Tempat Penimbunan Sementara. (A temporary warehouse for import cargo.)
  • Warehouse AIRIN : Gudang sementara di Jakarta. (Name of a temporarary warehouse in Jakarta.
  • Surat Tugas : duty assignment for clearing personnel. (duty assignment for clearing personnel.)
  • Surat Kuasa : power of attorney for handling the custom clearance.
  • EMKL : Ekspedisi Muatan Kapal Laut
  • Notify Party : adalah pihak kedua setelah Consignee yang berhak untuk di beritahu tentang adanya suatu pengiriman dan penerimaan barang export / import. Dalam prakteknya, Nama dan Alamat Notify Party ini sama dengan nama dan Alamat Consignee. Tetapi ini semua tergantung dari perjanjian awal antara pihak Shipper dan Importeer. Nama dan alamat lengkap Notify Party harus tertulis jelas didalam dokumen2 seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO. Atau jika Notify Part sama dengan Consignee maka cukup ditulis SAME AS CONSIGNEE.[]
0 Continue Reading →

 

Recent Comments by redaksi

    No comments by redaksi